Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 14:56 WIB

Tingginya Angka Pasien Perlu Cuci Darah di Indonesia, Apa Penyebabnya?

Author

Tingginya Angka Pasien Perlu Cuci Darah di Indonesia, Apa Penyebabnya?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kebutuhan akan terapi cuci darah di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Sekitar 60.000 pasien baru memerlukan prosedur hemodialisis setiap tahun, sehingga total pasien mencapai hampir 200.000.

Peningkatan Pasien Cuci Darah di Indonesia

Dalam rapat bersama Pimpinan DPR pada 9 Februari 2026, Menkes Budi mengungkapkan, 'Jumlah pasien cuci darah di Indonesia, totalnya ada 200.000-an gitu ya, setiap tahunnya bertambah 60.000 yang baru, kemudian yang dari tahun sebelumnya ini ada sekitar 120.000-an ya.' Hal ini menunjukkan adanya tekanan pada layanan kesehatan terkait kebutuhan terapi ini.

Cuci darah bukanlah prosedur yang ringan bagi pasien. Mereka umumnya menjalani proses ini dua hingga tiga kali dalam seminggu, yang tentu saja berdampak besar pada kualitas hidup mereka dan menambah beban pada sistem kesehatan nasional.

Sementara itu, angka ini dapat dilihat sebagai indikator buruknya kesehatan masyarakat yang berhubungan erat dengan penyakit ginjal.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Faktor Penyebab Gagal Ginjal

Menurut Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), seorang Guru Besar pada bidang Urologi, penyebab utama gagal ginjal di Indonesia adalah diabetes, yang mencakup sekitar 29 persen kasus yang ada. 'Orang gagal ginjal di Indonesia 29 persen diabetes, 20 persen infeksi, 19 persen karena hipertensi,' jelasnya.

Meskipun terdapat banyak faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan ini, banyak di antaranya dapat dihindari melalui perubahan gaya hidup. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran akan kesehatan dapat berdampak signifikan.

Penting untuk diingat bahwa pencegahan melalui gaya hidup yang lebih sehat adalah langkah awal untuk menurunkan angka gagal ginjal.

Pencegahan Masalah Ginjal

Prof Nur menegaskan bahwa menjaga gaya hidup sehat adalah salah satu cara efektif untuk mencegah diabetes dan hipertensi yang dapat mengarah pada gagal ginjal. 'Biar nggak diabetes ya hidup sehat. Jangan gendur, jangan senang manis, jangan makan karbohidrat berlebihan,' ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya mengurangi asupan garam dan menjaga aktivitas fisik yang cukup. 'Biar nggak hipertensi, jangan banyak makan garam, minum yang cukup. Biar nggak gendut ya olahraga teratur,' tambahnya.

Konsultasi ke dokter juga sangat penting jika merasakan gejala infeksi. 'Kalau infeksi, begitu ada keluhan demam segala macam, datanglah ke dokter supaya diobatin dengan betul,' tutupnya.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU