Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:33 WIB

Dukungan Larangan Sweeping Rumah Makan Selama Ramadhan dari Wamenag

Author

Dukungan Larangan Sweeping Rumah Makan Selama Ramadhan dari Wamenag

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafii mengungkapkan dukungannya terhadap larangan sweeping di rumah makan selama bulan Ramadhan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia

Syafii menegaskan pentingnya menciptakan toleransi antar umat beragama agar suasana harmonis dapat terjalin selama bulan suci ini.

Penghargaan Terhadap Kebebasan Beragama

Wamenag Muhammad Syafii menyampaikan keprihatinan mengenai praktik sweeping di rumah makan saat bulan Ramadhan.

Enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita,

ujarnya setelah sidang isbat Ramadhan 2026 di Hotel Borobudur.

Ia juga menyatakan bahwa penting untuk diingat bahwa tidak semua warga negara Indonesia menjalankan ibadah puasa, yang menunjukkan perlunya fasilitas publik seperti rumah makan untuk tetap beroperasi.

Toleransi dan Keharmonisan di Masyarakat

Syafii menggarisbawahi bahwa toleransi antar umat beragama adalah kunci menciptakan suasana yang kondusif selama Ramadhan. Ia mengatakan,

Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung

Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa. Tapi hormati dong orang yang puasa,

yang menunjukkan harapannya agar semua kalangan saling menghormati satu sama lain.

Membangun pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerukunan sosial, yang sering kali terpengaruh oleh perbedaan keyakinan di masyarakat.

Larangan Sweeping oleh Gubernur Jakarta

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, juga telah menetapkan larangan kepada organisasi kemasyarakatan untuk melakukan sweeping di rumah makan.

Tentunya saya sebagai Gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,

ujar Pramono saat diwawancarai di Jakarta.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketertiban umum dan mendukung suasana yang aman bagi ibadah, sehingga masyarakat Jakarta dapat menyambut Ramadhan dengan damai dan penuh toleransi.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU