Seorang remaja laki-laki berusia 12 tahun dari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tewas dengan dugaan penganiayaan oleh ibu tirinya. Korban, yang dikenal dengan inisial NS, mengalami luka bakar dan lebam di tubuhnya sebelum meninggal dunia di rumah sakit.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Ayahnya, Anwar Satibi, menceritakan momen mengejutkan ketika pulang kerja dan mendapati kondisi mengenaskan anaknya. Менurutnya, NS biasa tinggal di pesantren dan hanya pulang saat libur untuk sahur bersama keluarga.
Latar Belakang Kasus
NS, remaja berusia 12 tahun, diketahui tinggal di pesantren dan pulang saat liburan. Menurut Anwar, ayahnya, saat ia pulang dari bekerja, anaknya dalam keadaan sangat parah.
Anwar menerima informasi dari istrinya bahwa NS tidak sehat dan berciri-ciri demam. Namun, setibanya di rumah, ia terkejut melihat banyak luka di tubuh anaknya.
Proses Penanganan Medis dan Autopsi
Setelah mendapati kondisi NS yang kritis, Anwar segera membawanya ke rumah sakit untuk perawatan medis. Meskipun Upaya penyelamatan dilakukan di RS Jampangkulon, nyawa NS tidak dapat diselamatkan.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Hasil autopsi dari RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi menunjukkan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuh. Kombes Carles Siagian, Kepala RS Bhayangkara, mengonfirmasi bahwa luka tersebut terletak di kaki kiri, punggung, dan wajah.
Meski terdapat luka-luka ini, tim forensik belum dapat menentukan penyebab kematian NS maupun memastikan apakah luka diakibatkan oleh tindakan penganiayaan.
Dugaan Penganiayaan dan Riwayat Kekerasan
Dugaan mengenai penganiayaan NS muncul setelah saksi mendengar informasi yang disampaikan NS sebelum meninggal. Isep Dadang Sukmana, salah satu pembina pesantren, menyatakan bahwa NS mengisyaratkan luka bakar diakibatkan oleh ibu tirinya.
Ayahnya, Anwar, juga mengungkapkan bahwa ia sebelumnya telah melaporkan tindakan kekerasan yang melibatkan ibu tiri kepada pihak kepolisian. Namun, laporan tersebut kemudian dimediasi, di mana ibu tirinya berjanji untuk tidak mengulangi tindakan tersebut.
Sayangnya, Anwar mengungkapkan bahwa insiden serupa kembali terjadi, kali ini mengakibatkan kematian anaknya, menambah duka mendalam bagi keluarganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: