Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:15 WIB

Penyelidikan Tindak Kekerasan di Lingkungan Polri: Anggota Polisi Tewas Menjadi Sorotan

Author

Penyelidikan Tindak Kekerasan di Lingkungan Polri: Anggota Polisi Tewas Menjadi Sorotan

Seorang anggota kepolisian bernama Bripda DP (19) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami tindak kekerasan di asrama Samapta Polda Sulawesi Selatan.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel kini sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden yang memicu perhatian publik ini.

Kronologi Kejadian

Bripda DP dibawa ke Rumah Sakit Daya pada Minggu pagi namun dinyatakan meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan medis.

Kombes Pol Zulhan Efendy, Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, mengkonfirmasi bahwa penyelidikan sudah dimulai dengan menyampaikan, "Iya, makanya kita bawa dari Rumah Sakit Daya kita geser ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk memastikan (penyebab kematian)."

Menurut informasi yang beredar, dugaan kekerasan ini terjadi di area asrama Samapta Polda Sulsel.

Zulhan menambahkan, "Iya, di kantor Sabhara, di atas itu kan mes-nya mereka itu."

Penyelidikan dan Saksi

Sejak kejadian, penyidik telah memeriksa enam anggota polisi yang diduga terlibat dalam peristiwa memprihatinkan ini.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Kombinasi data dan bukti yang telah dikumpulkan belum memberikan kesimpulan pasti mengenai penyebab kematian Bripda DP.

"Tapi, ada enam orang kita periksa sementara ini," pungkas Zulhan, menegaskan bahwa investigasi terus dilakukan untuk mendapatkan kejelasan.

Pihak Polda Sulsel berkomitmen untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dan berharap hasil penyelidikan segera dirampungkan.

Dampak dan Respons

Kejadian ini membuka kembali isu mengenai kekerasan yang terjadi di lingkungan kepolisian, memicu perhatian publik terhadap praktik tersebut.

Berbagai kalangan mengutuk tindakan kekerasan ini, menyerukan perlunya reformasi kebijakan dalam institusi kepolisian.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia juga berharap agar pihak kepolisian dapat membangun lingkungan yang lebih aman dan mendukung.

Insiden ini menjadi pengingat akan tanggung jawab yang harus diemban setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas profesional mereka.

Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU