Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 10:39 WIB

Pemberian ASI Eksklusif Selama Empat Bulan Dapat Kurangi Risiko Asma Seumur Hidup

Author

Pemberian ASI Eksklusif Selama Empat Bulan Dapat Kurangi Risiko Asma Seumur Hidup

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa menyusui eksklusif selama empat bulan pertama dapat mengurangi risiko asma yang dialami anak hingga dewasa. Penelitian ini menawarkan pandangan baru tentang pentingnya ASI dalam mengembangkan kesehatan pernapasan anak.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Dari penelitian yang melibatkan hampir 4.000 peserta, terbukti bahwa manfaat ASI tidak hanya berhenti saat anak beranjak dewasa muda. Hasil ini menyoroti kontribusi jangka panjang dari pemberian ASI dalam mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Manfaat Jangka Panjang ASI

Studi ini dilakukan oleh Inger Kull, PhD, dari Karolinska Institutet, Swedia, dalam rangka menilai seberapa lama perlindungan dari ASI dapat bertahan pada anak. Penelitian ini merupakan bagian dari studi kohort BAMSE yang telah berlangsung selama 24 tahun.

Kull mengatakan, "Selama ini, penelitian menunjukkan bahwa ASI membantu menurunkan risiko asma di usia dini. Yang mengejutkan, manfaat tersebut ternyata masih dapat dirasakan hingga mereka memasuki usia dewasa muda." Hal ini menggambarkan pentingnya ASI dalam mendukung kesehatan anak secara keseluruhan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimal pemberian ASI eksklusif selama empat bulan sudah cukup untuk memberikan efek perlindungan yang signifikan terhadap risiko asma.

Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban

Hasil Penelitian dan Implikasinya

Pengamatan yang dilakukan mengevaluasi hubungan antara pemberian ASI dan risiko asma hingga anak mencapai usia 24 tahun. Anak yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap asma hingga umur 12 tahun.

Namun, efek perlindungan tersebut mulai memudar seiring bertambahnya usia, khususnya antara 16 hingga 24 tahun. Faktor-faktor seperti lingkungan dan gaya hidup di usia remaja berperan besar dalam menentukan risiko asma yang dialami.

Peneliti mengemukakan bahwa tidak semua jenis asma merespons ASI dengan cara yang sama. Untuk asma persisten, risikonya menurun drastis pada anak yang diberi ASI eksklusif lebih dari empat bulan.

Melihat Efektivitas ASI terhadap Berbagai Jenis Asma

Studi ini juga mencermati efektivitas ASI dalam melindungi anak dari berbagai jenis asma. Sebagai contoh, asma alergi mendapatkan perlindungan yang lebih kuat pada anak yang mendekati usia sekolah dan remaja.

Bayi yang mengalami gejala pernapasan di awal kehidupan juga tampak mendapatkan manfaat dari pemberian ASI. Namun, ASI tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap asma yang muncul di masa dewasa atau asma non-alergi.

Meski penyebab asma masih belum sepenuhnya dipahami, data ini dapat mendorong ibu untuk tetap berkomitmen dalam memberikan ASI eksklusif. Tindakan sederhana ini di awal kehidupan anak bisa menjadi investasi kesehatan yang berarti dalam jangka panjang.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU