Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 16:05 WIB

Mengenal Lima Jenis Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Author

Mengenal Lima Jenis Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Penyakit menular seksual (PMS) sering kali menjadi isu yang diabaikan, padahal bisa berdampak serius pada kesehatan. Di Indonesia, angka infeksi PMS terus meningkat, sehingga penting untuk memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis yang ada.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Dalam konteks kesehatan seksual yang lebih aman, mengenali lima jenis PMS dan langkah pencegahannya menjadi semakin krusial. Mari kita telusuri satu per satu jenis penyakit ini dan bagaimana cara menghindarinya.

1. Gonore

Gonore, yang juga dikenal sebagai kencing nanah, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala yang muncul biasanya meliputi nyeri saat berkemih dan keluarnya nanah dari organ genital.

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk tenggorokan dan rektum. Pengobatan yang umum dilakukan adalah dengan antibiotik, tetapi resistensi obat menjadi masalah yang kian meningkat.

Gonore lebih umum terjadi pada pria, namun wanita dapat terinfeksi meskipun tidak menunjukkan gejala, sehingga memperbesar risiko penularan.

2. Klamidia

Klamidia adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan merupakan salah satu PMS paling umum. Banyak pengidap tidak merasakan gejala, sehingga tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Gejala yang mungkin muncul antara lain nyeri perut dan keluarnya cairan dari organ genital. Jika tidak diobati, klamidia dapat mengakibatkan komplikasi serius, termasuk infertilitas.

Pengobatan klamidia juga melibatkan penggunaan antibiotik, namun deteksi dini adalah faktor penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

3. Sipilis

Sipilis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat menimbulkan beberapa tahap. Tahap awal biasanya ditandai dengan luka kecil tanpa rasa sakit di area genital.

Apabila tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada jantung dan otak. Pengobatan sipilis umumnya dilakukan melalui suntikan antibiotik, dan penanganan awal sangat krusial untuk menghindari kerusakan permanen.

4. Herpes Genital

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), yang memicu luka melepuh di area genital. Meskipun tidak ada obat untuk herpes, pengobatan dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan serangan.

Gejala yang muncul bisa berupa luka berair dan rasa sakit saat berkemih. Melakukan tes saat muncul gejala sangat penting, karena virus ini dapat menular meski tanpa luka terlihat.

Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan, walaupun tidak sepenuhnya menjamin perlindungan.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU