Korlantas Polri telah meluncurkan program baru untuk memastikan bahwa perjalanan mudik di tahun 2026 berjalan dengan lancar dan aman. Dengan tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia", inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Dalam kampanye ini, penekanan letak pada peran generasi muda yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam memperkuat budaya disiplin berlalu lintas dan administrasi kendaraan.
Fokus pada Keamanan dan Kedisiplinan
Korlantas Polri menegaskan komitmennya untuk menciptakan pengamanan mudik yang bersifat optimal, humanis, dan profesional. Pengamanan ini meliputi tidak hanya rekayasa lalu lintas dan pos pelayanan, tetapi juga kesiapan administrasi kendaraan.
Brigjen Pol Wibowo, Dirregident Korlantas Polri, menekankan pentingnya kelengkapan dokumen seperti SIM dan STNK yang aktif. Ia menekankan bahwa kepemilikan BPKB yang valid serta kepatuhan terhadap registrasi dan identifikasi kendaraan juga sangat penting.
"Gen-Z adalah generasi digital yang kreatif dan memiliki pengaruh besar di ruang publik maupun media sosial. Kami mengajak mereka menjadi agen perubahan," ujarnya, menggarisbawahi peran generasi muda dalam kampanye ini.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Tanggung Jawab Moral dalam Berkendara
Wibowo menjelaskan bahwa tertib administrasi kendaraan merupakan tanggung jawab moral pengguna jalan. Dengan memiliki kendaraan yang terdaftar dan sesuai regulasi, pengawasan serta perlindungan hukum dapat lebih baik.
Dia menambahkan bahwa hal ini juga dapat mengurangi risiko konflik di perjalanan. "Kendaraan yang legal akan mempermudah penanganan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan," ungkapnya.
Generasi Muda sebagai Agen Perubahan
Menyinggung tujuan utama dari kampanye ini, Wibowo menegaskan makna "Keluarga Bahagia" sebagai bagian penting dari perjalanan mudik. Perjalanan yang dilakukan dengan disiplin akan menjadikan momen kebersamaan dengan keluarga semakin berarti.
Ia juga mendorong adanya edukasi digital serta diskusi interaktif di platform-platform yang sering digunakan oleh generasi muda. Tindakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai administrasi ranmor sebagai gaya hidup baru.
"Kami ingin keselamatan menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban," ia menegaskan, menutup dengan harapan bahwa disiplin dalam administrasi dan perilaku pengemudi akan membuat perjalanan mudik lebih aman.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: