Ketika Ramadhan tiba, buka puasa sering menjadi momen untuk menikmati berbagai hidangan manis, dari es hingga kue-kue lezat. Namun, terlalu banyak mengonsumsi gula saat berbuka bisa berakar pada masalah kesehatan yang serius.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Dalam video singkat di media sosial, Dr. Rina, seorang ahli gizi, menegaskan bahwa pola makan tidak seimbang selama bulan puasa dapat berpotensi merugikan kesehatan. Mari kita telusuri risiko-risiko tersebut lebih dalam.
Gula dan Energi Instan
Banyak orang merasa bahwa mengonsumsi hidangan manis saat berbuka dapat langsung mengembalikan energi mereka. Namun, Dr. Rina menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih justru bisa membuat tubuh merasa lemas setelah lonjakan energi yang cepat.
Ia menekankan, "lonjakan gula darah yang terjadi setelah mengonsumsi makanan manis dapat menyebabkan energi terbuang setelah beberapa saat." Hal ini menunjukkan bahwa kita bisa merasa lelah meskipun baru saja memuaskan selera.
Rasa keletihan ini mengindikasikan bahwa metode tradisional berbuka puasa dengan banyak gula mungkin bukan pilihan terbaik untuk kesehatan kita.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan
Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya berdampak dalam jangka pendek. Peneliti dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa meningkatnya tren konsumsi gula bisa menjadi salah satu penyebab utama permasalahan kesehatan, termasuk diabetes tipe 2 dan obesitas.
"Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dalam darah," tambah peneliti tersebut. Hal ini berpotensi menjadi pemicu masalah jantung seri di masa depan.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan gula agar kita dapat menghindari efek jangka panjang yang merugikan.
Alternatif Sehat untuk Berbuka
Sebagai alternatif sehat, sebaiknya kita memilih buah-buahan segar atau kurma saat berbuka. Buah-buahan tidak hanya mengandung gula alami namun juga serat yang baik untuk pencernaan.
Dokter gizi merekomendasikan untuk memperhatikan asupan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah atau roti gandum, yang dapat memberikan energi bertahap dan lebih stabil.
Dengan pola makan yang seimbang, kita dapat menikmati bulan Ramadhan dengan lebih baik tanpa khawatir akan kesehatan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: