Buka puasa menjadi waktu spesial di bulan Ramadan, dan es buah serta gorengan seringkali mendominasi pilihan menu. Walau terasa nikmat, konsumsi dua jenis makanan ini perlu diperhatikan terkait risiko kesehatan yang menyertainya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kelezatan es buah yang menyegarkan bisa menyesatkan, sementara gorengan yang garing dan renyah pun menyimpan potensi masalah kesehatan. Memahami komposisi makanan dan efeknya akan sangat penting dalam menjaga kesehatan saat berbuka.
Es Buah: Kesegaran yang Menyimpan Risiko
Es buah menjadi salah satu pilihan umum saat berbuka, mengingat variasi buah segar yang menarik. Namun, sangat penting untuk memperhatikan kebersihan serta kualitas bahan yang digunakan dalam penyajiannya.
Banyak es buah yang dilengkapi dengan sirup dan susu kental manis yang dapat meningkatkan kadar gula secara signifikan. Bagi individu dengan diabetes, konsumsi berlebihan dapat berpotensi membahayakan kadar glukosa darah mereka.
Buah yang tidak dicuci dengan baik juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, memilih tempat yang terpercaya serta memperhatikan kualitas es buah yang dibeli sangat penting untuk menjaga kesehatan saat berbuka.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Gorengan: Lezat Namun Berkalori Tinggi
Gorengan adalah pilihan lain yang tidak pernah absen saat berbuka puasa. Walaupun memberikan rasa kenyang yang instan, gorengan kaya akan lemak jenuh dan kalori.
Proses penggorengan bisa membuat makanan ini semakin tinggi kalori dan menambah risiko masalah jantung. Ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi gorengan secara rutin bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Lebih jauh lagi, kebiasaan makan gorengan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Mengatur konsumsi makanan berkalori tinggi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan.
Tips Sehat Saat Berbuka Puasa
Untuk membuat buka puasa lebih sehat, pilihlah makanan yang bernutrisi, seperti salad buah tanpa tambahan gula. Menyajikan makanan dengan teknik lebih sehat, seperti memanggang, juga dapat membantu menjaga kesehatan.
Kelembapan tubuh sangat penting pasca puasa, jadi pastikan untuk mengonsumsi air putih yang cukup. Minuman manis dan berkafein sebaiknya dihindari karena dapat mengakibatkan dehidrasi.
Mengatur porsi makanan dengan baik juga krusial. Mengonsumsi porsi kecil dan menyeimbangkan antara karbohidrat, protein, serta serat bisa membantu mengatur sistem pencernaan dan mempertahankan kadar energi.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: