Demam yang berlangsung lebih dari lima hari bisa jadi indikasi adanya masalah kesehatan yang serius. Memahami penyebab dan langkah pemeriksaan yang tepat sangatlah krusial.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kondisi ini bukan hanya sekadar respons tubuh terhadap infeksi, melainkan dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang lebih berat.
Penyebab Umum Demam Berkepanjangan
Salah satu penyebab utama dari demam berkepanjangan adalah infeksi virus, seperti influenza atau dengue. Infeksi ini biasanya disertai dengan gejala tambahan seperti batuk, pilek, dan nyeri otot.
Infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebabnya. Pneumonia, tuberkulosis, dan infeksi saluran kemih merupakan beberapa contoh infeksi bakteri yang dapat memicu demam berkepanjangan.
Selain itu, penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis dapat menyebabkan demam yang tak kunjung reda. Sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel sehat menjadi penyebab utama peradangan di dalam tubuh.
Kanker juga harus diwaspadai karena beberapa jenisnya, terutama limfoma, dapat menyebabkan demam berkepanjangan sebagai salah satu gejalanya.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Gejala yang Menyertai Demam Berkepanjangan
Demam sering kali disertai gejala lain seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Gejala-gejala ini bisa memberikan petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan seseorang.
Diare atau mual juga dapat muncul tergantung pada penyebab demam. Hal ini biasanya berkaitan dengan infeksi yang berasal dari saluran pencernaan.
Sakit kepala serta nyeri otot tidak jarang menyertai demam berkepanjangan. Rasa tidak nyaman ini bisa membuat kondisi pasien semakin memburuk dan menimbulkan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.
Pemeriksaan yang Disarankan
Segera konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting jika demam berlangsung lebih dari lima hari. Pemeriksaan fisik dan wawancara kesehatan akan dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan darah untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi atau gangguan lain. Tes ini bisa mengidentifikasi apakah ada infeksi bakteri atau virus di dalam tubuh.
Tes pencitraan seperti rontgen dada juga dapat dilakukan jika terdapat indikasi infeksi paru-paru. Metode ini membantu dalam mengevaluasi kondisi organ vital yang lainnya.
Kadang-kadang, dokter akan merekomendasikan tes lebih spesifik jika dicurigai adanya penyebab serius seperti kanker atau penyakit autoimun. Deteksi dini sangat penting untuk pengobatan yang efektif.
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: