Banyak orang tidak menyadari mereka terbangun di malam hari karena sesak nafas. Salah satu penyebab yang mungkin adalah sleep apnea, kondisi yang mengganggu kualitas tidur.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Sleep apnea ini dapat terjadi secara berulang selama tidur, dan tampaknya semakin umum di kalangan mereka yang memiliki kelebihan berat badan. Artikel ini mengungkap informasi vital mengenai sleep apnea, mulai dari gejala hingga penanganannya.
Apa Itu Sleep Apnea?
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan berhentinya pernapasan atau terputusnya napas saat tidur. Dalam banyak kasus, penderitanya terbangun secara tidak sadar saat napas mereka terhenti.
Ada dua jenis utama sleep apnea yaitu obstructive sleep apnea (OSA) dan central sleep apnea. OSA terjadi ketika otot-otot tenggorokan terlalu relaks, sedangkan central sleep apnea disebabkan oleh masalah pada sistem saraf yang mengontrol pernapasan.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering ditemukan pada pria dengan kelebihan berat badan. Faktor lain yang juga berpengaruh termasuk usia, riwayat kesehatan keluarga, dan kebiasaan merokok.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Gejala Sleep Apnea
Salah satu gejala paling umum dari sleep apnea adalah terbangun dengan sesak nafas, kadang-kadang diiringi dengan suara keras. Penderita sering kali merasa lelah walaupun sudah tidur cukup lama.
Beberapa gejala lain yang dapat muncul antara lain ngorok keras, terbangun di malam hari untuk buang air kecil, dan kesulitan berkonsentrasi di siang hari. Meskipun sering dianggap sepele, tanda-tanda ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penting untuk mengenali gejala ini dan segera berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan diagnosis yang tepat. Tanpa penanganan yang sesuai, sleep apnea dapat berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti hipertensi dan berbagai masalah jantung.
Penanganan Sleep Apnea
Metode penanganan sleep apnea bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), sebuah alat yang membantu menjaga saluran pernapasan terbuka saat tidur.
Perubahan gaya hidup juga memiliki peranan penting dalam mengurangi gejala. Menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari alkohol menjadi langkah yang disarankan oleh banyak ahli.
Dalam kasus tertentu, dokter mungkin menganjurkan pembedahan untuk memperbaiki struktur saluran pernapasan. Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi hal yang wajib dilakukan jika Anda mengalami gejala tidur yang terganggu.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: