Jumat, 13 MARET 2026 • 21:32 WIB

Penyelidikan Terhadap Kasus Penyerangan Seorang Aktivis HAM di Jakarta

Author

Penyelidikan Terhadap Kasus Penyerangan Seorang Aktivis HAM di Jakarta

Polda Metro Jaya mendalami insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, setelah acara di YLBHI. Pengusutan perkara ini diambil alih oleh Satreskrim Polres Jakarta Pusat.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menginformasikan bahwa pelaku penyiraman masih dalam pencarian dan pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secepat mungkin.

Detail Kasus Penyiraman

Insiden penyiraman air keras terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan podcast pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaksanaan podcast tersebut dilakukan di Kantor YLBHI.

Kombes Budi Hermanto menjelaskan dalam konferensi pers, 'Saat ini sedang didalami oleh Sat Reskrim Polres Jakpus, mendalami saksi dan TKP. Kita semua mengecam kejadian tersebut. Semoga pelaku segera tertangkap.'

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan

Usai serangan, Andrie Yunus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Pemeriksaan menunjukkan ia mengalami luka bakar sebesar 24% di beberapa bagian tubuhnya.

Reaksi dari Koordinator Kontras

Dimas Bagus Arya, Koordinator Kontras, mengecam insiden ini dan menyatakan bahwa serangan tersebut tidak hanya sebagai tindakan fisik, namun juga berusaha membungkam suara kritis para pembela HAM. "Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil," ujarnya.

Dia juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan ini, yang dapat berkonsekuensi serius bagi para aktivis HAM jika dibiarkan.

Penegakan Hukum dan Tindakan Selanjutnya

Polda Metro Jaya menunjukkan komitmen tinggi untuk mengungkap kasus ini dengan segera dan serius. Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa penyelidikan telah dimulai dengan langkah-langkah konkret.

Dia mengutarakan, "Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut." Dari kejadian ini, perlindungan terhadap aktivis HAM di Indonesia menjadi semakin mendesak.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU