Jumat, 10 APRIL 2026 • 15:40 WIB

Menteri ESDM: Stok BBM Aman, Diskusi Harga Non-Subsidi Masih Berlangsung

Author

Menteri ESDM: Stok BBM Aman, Diskusi Harga Non-Subsidi Masih Berlangsung

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menginformasikan bahwa negosiasi tentang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi masih dalam proses antara pemerintah dan perusahaan terkait.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR

Dia juga menegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini berada dalam kondisi yang aman, dengan stok yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Stabilitas Pasokan Energi

Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia telah melewati masa kritis terkait pasokan energi akibat gejolak politik yang terjadi di Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan BBM dan LPG secara bijaksana oleh masyarakat.

Untuk meningkatkan ketersediaan energi, pemerintah menerapkan campuran 50% biodiesel pada solar. Hasil uji coba B50 menunjukkan peningkatan efisiensi antara 60% dan 70% dalam penggunaan energi.

Proyek ini direncanakan untuk diluncurkan pada 1 Juli mendatang sebagai bagian dari kebijakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Bahlil menyebutkan langkah ini sebagai strategi untuk menjaga pasokan energi dalam negeri.

Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban

Strategi Impor dan Diversifikasi Energi

Meneruskan pembahasan mengenai impor, Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia kini tidak lagi mengimpor BBM jadi dari Timur Tengah, melainkan beralih ke crude oil. Diversifikasi sumber impor dilakukan dari negara lain seperti Angola dan Amerika.

Namun, untuk kebutuhan bensin, Indonesia masih melakukan impor dari negara tertentu dengan total sekitar 20-22 juta kiloliter setiap tahunnya. Bahlil menunjukkan bahwa porsi impor minyak bensin akan mencapai 60,18% dari total kebutuhan pada tahun 2025.

Impor terbanyak diketahui berasal dari Singapura, disusul oleh Malaysia dan Oman, menegaskan pentingnya upaya pemerintah dalam diversifikasi sumber energi.

Kenaikan Kebutuhan Minyak Solar

Rizwi, Sekretaris Ditjen Migas, melaporkan bahwa kebutuhan minyak solar terus meningkat di tengah upaya pengurangan impor. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil menekan porsi impor dari 12,17% di tahun 2025 menjadi 6,26% hingga Februari 2026.

Total kebutuhan minyak solar pada tahun 2025 diprediksi mencapai 110.932 kiloliter per hari, sedangkan pada Februari 2026 naik menjadi 111.356 kiloliter per hari. Sumber utama impor tetap didominasi oleh Singapura dan Malaysia.

Data menunjukkan bahwa porsi impor solar dari Singapura mencapai 58,56%, sementara dari Malaysia menyentuh 36,56%. Ini menunjukkan langkah nyata yang diambil pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Prinsip Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU