Penyakit Arteri Perifer (PAD) sering kali tidak disadari, meskipun dapat memiliki dampak serius bagi penderitanya. Penyakit ini muncul ketika terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke kaki.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Tanpa penanganan yang tepat, PAD dapat menyebabkan nyeri akut dan bahkan risiko yang lebih serius seperti gangren. Memahami gejala dan langkah pencegahan sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kaki.
Apa Itu Penyakit Arteri Perifer?
Penyakit Arteri Perifer adalah kondisi medis di mana arteri yang memasok darah ke ekstremitas, terutama kaki, mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyebab umum dari kondisi ini adalah penumpukan plak yang terdiri dari lemak dan kolesterol di dinding arteri.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menderita PAD hingga gejala mulai terlihat. Rasa nyeri atau kram saat berjalan dan hilang saat beristirahat sering menjadi tanda awal yang diabaikan.
Jika tidak diobati, kondisi ini bisa memperburuk kesehatan dan menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan kaki. Dalam situasi yang lebih parah, PAD dapat berujung pada amputasi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Gejala dan Risikonya
Gejala awal PAD cukup bervariasi, tetapi umumnya ditandai dengan nyeri atau kram di kaki atau paha, terutama saat beraktivitas. Rasa nyeri ini akan mereda saat penderitanya beristirahat.
Selain nyeri, tanda-tanda lain yang bisa muncul meliputi kulit kaki yang terasa dingin, perubahan warna kulit, dan luka yang memerlukan waktu lama untuk sembuh. Dr. Susan W. F. dari Klinik Jantung Nasional mengingatkan, "Jangan anggap remeh tanda-tanda ini, segera konsultasikan dengan dokter jika muncul gejala."
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena PAD, seperti usia, kebiasaan merokok, diabetes, dan hipertensi. Mempertahankan pola hidup sehat sangat penting untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini.
Pencegahan dan Pengobatan
Pencegahan PAD dapat dilakukan dengan merubah gaya hidup, seperti menghindari rokok, mengatur pola makan, dan rutin melakukan aktivitas fisik. Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu memperlancar sirkulasi darah.
Umumnya, pengobatan untuk PAD mencakup perubahan gaya hidup dan pengobatan medis. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan prosedur medis seperti angioplasti untuk membantu membuka pembuluh darah yang tersumbat.
Penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena PAD. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: