zenmoms.id – Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa lima anggota DPR yang dinonaktifkan oleh partainya tetap menerima gaji sepenuhnya. Pengumuman ini disampaikan di tengah kontroversi yang melibatkan beberapa anggota dewan, termasuk Nafa Urbach dan Uya Kuya.
Belum lama ini, sejumlah anggota DPR dinonaktifkan oleh fraksinya akibat pernyataan dan tindakan yang dianggap kontroversial. Kelima anggota tersebut adalah Adies Kadir dari Fraksi Golkar, Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi PAN, serta Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni dari NasDem.
Keputusan nonaktif ini diambil setelah pernyataan yang dinilai melukai hati masyarakat, seperti yang diungkap oleh Sahroni yang mengatakan, ‘Orang yang hendak membubarkan DPR adalah orang tolol.’
Selain itu, Adies Kadir dan Nafa Urbach juga mendapat kritik karena membela tunjangan rumah untuk anggota DPR meskipun banyak protes dari masyarakat. Eko Patrio dan Uya Kuya juga menuai kecaman karena aksi berjoget yang dianggap tidak peka terhadap kontek sosial yang ada.
Said Abdullah menegaskan bahwa secara resmi, tidak ada istilah nonaktif bagi anggota DPR menurut Tatib maupun Undang-undang MD3. Meskipun demikian, ia menghargai keputusan partai politik seperti NasDem, PAN, dan Golkar.
‘Saya menghormati keputusan yang diambil oleh partai-partai tersebut,’ kata Said saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Jakarta.
Ia juga menyampaikan bahwa pertanyaan mengenai keputusan nonaktif seharusnya dialamatkan kepada partai politik yang bersangkutan, dan bukan kepada dirinya sebagai ketua Badan Anggaran.
Keputusan untuk tetap memberikan gaji kepada anggota DPR yang dinonaktifkan memicu reaksi dari masyarakat. Banyak yang berpendapat bahwa tindakan ini menunjukkan kurangnya tanggung jawab dari anggota DPR.
Sejumlah netizen di media sosial mengekspresikan ketidakpuasan mereka, menilai bahwa wakil rakyat seharusnya bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatan mereka.
Kontroversi ini tidak hanya berpengaruh pada citra anggota DPR yang terlibat, tetapi juga pada institusi DPR secara keseluruhan. Masyarakat berharap DPR dapat bekerja lebih baik demi kepentingan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: