zenmoms.id – Fenomena childfree, keputusan untuk tidak memiliki anak, semakin populer di kalangan pasangan muda Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengamati fenomena ini sebagai refleksi perubahan pola pikir masyarakat terhadap hak individu.
Keputusan childfree berhubungan erat dengan kesadaran individu tentang hak kesehatan reproduksi dan perencanaan hidup. Iin Mutmainnah, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, menyatakan, “Dinas PPAPP DKI menekankan keputusan untuk tidak memiliki anak perlu dikaji lebih dalam,” ujaranya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ini adalah pertimbangan karier, kesehatan mental, dan pandangan terhadap keluarga. Hal ini mencerminkan pemahaman individu dalam membangun kehidupan keluarga yang lebih terencana dan beretika.
Iin juga menegaskan pentingnya perencanaan yang matang bagi setiap pasangan, dengan menekankan, “Setiap pasangan harus memahami dengan baik terkait hak dan kesehatan reproduksi.”
Meskipun Dinas PPAPP DKI Jakarta belum memiliki data pasti tentang prevalensi childfree di Jakarta, fenomena ini perlu dicatat lebih lanjut. Hal ini berpotensi memengaruhi struktur demografi nasional di masa depan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil yang serupa secara nasional, dengan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022 menunjukkan bahwa sekitar 71 ribu perempuan yang pernah menikah memilih untuk tidak memiliki anak.
Dari data tersebut, BPS mengindikasikan bahwa perempuan yang memilih childfree umumnya berpendidikan tinggi atau dalam tekanan ekonomi. Ini berpotensi mengurangi burdan subsidi pemerintah dalam pendidikan dan kesehatan anak dalam jangka pendek.
Walaupun dapat mengurangi beban subsidi pemerintah, tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan kesejahteraan individu childfree tetap terjaga, yang pada gilirannya bisa menjadi tanggungan negara. Hal ini menjadi perhatian penting dalam perencanaan kebijakan sosial.
Fenomena childfree menunjukkan meningkatnya kesadaran akan kebebasan dalam menentukan arah hidup secara mandiri. Namun, pemerintah mengingatkan pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Iin menekankan peran keluarga sebagai unit dasar pembangunan masyarakat, mengharapkan untuk mengedukasi pasangan mengenai tanggung jawab dalam membangun keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: