BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 12:06 WIB

Menelusuri Warisan Budaya Minum Teh: Dari Jepang ke Inggris

Author

Menelusuri Warisan Budaya Minum Teh: Dari Jepang ke InggrisMenelusuri Warisan Budaya Minum Teh: Dari Jepang ke Inggris

Budaya minum teh merupakan tradisi yang kaya dan unik, beragam di berbagai negara dan mencerminkan identitas masing-masing. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dua tradisi teh yang paling terkenal: matcha dari Jepang dan afternoon tea dari Inggris.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Matcha di Jepang tidak hanya merepresentasikan keharmonisan, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam. Sementara itu, afternoon tea di Inggris menjadi sebuah ritual sosial yang penuh etika dan keanggunan.

Budaya Teh di Jepang: Matcha

Matcha adalah teh hijau bubuk yang sangat dihargai dalam budaya Jepang. Penyajiannya melibatkan upacara yang mencerminkan kesederhanaan dan keindahan, dengan setiap langkah diperhatikan secara saksama.

Dalam upacara teh Jepang, matcha disajikan bersama kue manis berisi pasta kacang merah, menciptakan harmoni antara rasa pahit teh dan rasa manis kue. Upacara ini bukan hanya sekadar minum teh, tetapi juga merupakan pengalaman spiritual yang mendalam.

Kualitas matcha ditentukan oleh cara penanamannya, di mana teh yang ditumbuh di tempat teduh paling dihargai. Hal ini menciptakan rasa yang lebih kaya dan aroma khas yang membedakan matcha dari teh lainnya.

Di Jepang, matcha tidak hanya sekedar minuman. Saat ini, matcha telah menjadi bagian dari gastronomi modern, digunakan dalam berbagai hidangan mulai dari es krim hingga kue.

Afternoon Tea di Inggris

Afternoon tea adalah kebiasaan yang diperkenalkan oleh Duchess of Bedford di awal abad ke-19 dan sekarang menjadi tradisi budaya Inggris yang sangat dihormati. Momen ini biasanya disajikan antara pukul 15.00 hingga 17.00 dengan berbagai makanan pendamping.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Scone adalah hidangan ikonik dalam afternoon tea yang disajikan dengan selai dan krim. Hidangan ini, bersama dengan berbagai jenis sandwich dan pastry, menciptakan pengalaman bersantap yang elegan dan penuh citarasa.

Proses penyajian afternoon tea mengedepankan etika, di mana tamu diharapkan mengikuti aturan tertentu mengenai alat makan dan perilaku. Ini menjadikan acara tersebut bukan hanya sekadar makan, tetapi juga sebuah pernyataan sosial yang penting.

Afternoon tea berfungsi sebagai momen penting memperkuat hubungan sosial, di mana banyak pertemuan diadakan di hotel-hotel mewah maupun rumah.

Perbandingan dan Relevansi Budaya Minum Teh

Baik matcha di Jepang maupun afternoon tea di Inggris mencerminkan nilai-nilai masyarakat masing-masing. Keduanya menawarkan pengalaman yang kaya, mendorong interaksi sosial, dan penghargaan terhadap kualitas teh.

Dalam konteks global saat ini, budaya minum teh semakin populer di luar batasan negara asalnya. Kedua tradisi ini kini dapat ditemukan di kafe-kafe modern di seluruh dunia, menghadirkan kesenangan bagi para penggemar teh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menelusuri Warisan Budaya Minum Teh: Dari Jepang ke Inggris

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!