Fenomena 'Main Character Energy': Antara Kepercayaan Diri dan Narsisme
'Main Character Energy' atau MCE kini jadi perbincangan hangat di kalangan anak muda, mencerminkan sikap percaya diri yang seru di dunia digital.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Namun, ada kontroversi yang menyertai, apakah ini adalah tanda kepercayaan diri sehat atau justru cerminan dari sifat narsistik?
'Main Character Energy' adalah istilah yang menggambarkan seseorang yang bersikap seolah-olah mereka adalah pusat perhatian dalam interaksi sosial.
Sikap ini sering terlihat dari cara berbicara, berpakaian, dan berinteraksi dengan orang lain, yang seringkali dijiwai oleh influencer terkenal di media sosial.
Namun, popularitas istilah ini juga mengarah pada kritik, di mana sebagian orang menganggap bahwa MCE bisa mendorong perilaku egois yang berlebihan.
Ada keprihatinan bahwa dengan asyik menampilkan diri, mereka dapat mengabaikan keberadaan orang lain di sekitar mereka.
Dari satu sisi, MCE dapat diartikan sebagai ekspresi kepercayaan diri yang sehat, mendorong individu untuk terbuka dalam berinteraksi.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Tetapi, jika kepercayaan diri ini berujung pada ketidakpedulian terhadap orang lain, muncullah pertanyaan apakah itu termasuk dalam narcissism.
Seorang psikolog terkenal menegaskan, "Narsisme dapat berdampak negatif baik bagi individu yang bersangkutan maupun orang-orang di sekitarnya."
Maka dari itu, penting untuk ada keseimbangan antara menunjukkan rasa percaya diri dan mempertimbangkan perasaan orang lain.
Dampak dari MCE dapat dilihat jelas dalam kehidupan sosial, khususnya di dunia media sosial, di mana banyak orang terinspirasi untuk mengikuti jejak mereka yang memiliki MCE.
Meskipun menginspirasi, fenomena ini juga membawa tekanan untuk selalu tampil 'sempurna' di hadapan orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: