BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:55 WIB

Fenomena Santet: Antara Ilmu dan Kepercayaan

Fenomena Santet: Antara Ilmu dan KepercayaanFenomena Santet: Antara Ilmu dan Kepercayaan

Fenomena santet di Indonesia sering kali membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah ini hasil dari ilmu hitam atau sekadar psikologi sosial yang berperan? Dalam era modern ini, banyak orang mulai menggunakan pendekatan ilmiah untuk memahami fenomena ini.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan

Beberapa kalangan berpendapat bahwa santet merupakan bentuk kepercayaan yang diwariskan turun-temurun, sementara yang lain melihatnya sebagai sebuah manipulasi psikis. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai pandangan tersebut.

Mengenal Santet dalam Budaya Indonesia

Santet adalah praktik yang dipercaya dapat mengirimkan energi negatif atau sihir kepada seseorang dengan tujuan merugikan. Dalam budaya Indonesia, fenomena ini sangat kental dan kerap kali dihubungkan dengan kepercayaan spiritual dan tradisi.

Banyak orang menganggap santet sebagai bagian dari warisan budaya. Seiring berjalannya waktu, pengalaman mistis ini semakin terbukti ada dalam masyarakat, mendorong sejumlah penelitian tentang dampaknya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap santet dapat memengaruhi perilaku sosial dan psikologis individu. Misalnya, orang yang merasa dicelakai menggunakan santet sering kali menunjukkan gejala stres yang lebih tinggi.

Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Psikologi Sosial dan Fenomena Santet

Secara psikologis, fenomena santet bisa dilihat dari sisi bahwa kepercayaan seseorang dapat memengaruhi keadaan mental dan fisiknya. Misalnya, individu yang yakin bahwa ia telah disantet mungkin akan mengalami efek placebo atau bahkan nocebo.

Psikolog berpendapat bahwa ketakutan akan santet dapat memicu reaksi fisiologis, seperti peningkatan tekanan darah dan kecemasan yang berlebihan. Hal ini menggambarkan bagaimana pikiran dapat memengaruhi realitas fisik.

Salah satu penelitian yang dicatat dalam Journal of Social Psychology menyatakan, "Keyakinan seseorang terhadap hal-hal gaib dapat menciptakan kondisi mental yang memperparah penyakit fisik yang dialaminya." Hal ini membuka kemungkinan bahwa banyak orang yang menderita akibat sugesti dari ketakutan.

Menyikapi Santet di Era Digital

Dengan kemajuan teknologi informasi, banyak orang mulai mendiskusikan fenomena santet di platform online. Media sosial menjadi saluran bagi individu untuk berbagi pengalaman dan cerita, sehingga memperbesar dampak psikologisnya.

Sejumlah ahli mendeskripsikan bahwa informasi yang menyebar di media sosial dapat memperkuat rasa percaya terhadap santet. Hal ini membuat pembelajaran dan pemahaman yang objektif menjadi semakin sulit.

Di sisi lain, keberadaan aplikasi dan platform edukasi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami fenomena ini dengan lebih rasional. Masyarakat didorong untuk tidak terjebak dalam asap ilusi dan lebih berpegang kepada bukti ilmiah.

Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Santet: Antara Ilmu dan Kepercayaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!