Undang-Undang Batas Kecepatan untuk Pejalan Kaki di Slovakia: Kontroversi dan Respon Masyarakat
Pemerintah Slovakia baru saja meratifikasi undang-undang yang menetapkan batas kecepatan maksimum enam kilometer per jam bagi pejalan kaki di trotoar. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan di lokasi yang semakin padat itu.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Namun, banyak warga menganggap aturan tersebut berlebihan dan tidak realistis, bahkan ada spekulasi mengenai kemungkinan perlu adanya SIM untuk berjalan kaki. Denda hingga 100 euro dikenakan bagi pelanggar batas kecepatan ini.
Undang-undang ini juga mengatur batas kecepatan untuk pengguna lain seperti pesepeda, pengguna sepatu roda, dan skuter listrik. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kecelakaan di trotoar yang semakin ramai.
Rencana yang ada menyebutkan bahwa pelanggar aturan ini dapat dikenakan sanksi hingga 100 euro. Namun, pemerintah belum memberikan penjelasan menyeluruh tentang cara penegakan hukum saat aturan mulai berlaku pada 1 Januari tahun depan.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Sejumlah kalangan menilai regulasi ini sangat tidak realistis dan bisa menimbulkan situasi yang absurd. Dan Kollar, Presiden kelompok advokasi pejalan kaki dan pesepeda Cyklokoalicia, menegaskan, “Pada kecepatan serendah itu, sulit menjaga keseimbangan, bahkan anak-anak berusia tiga hingga empat tahun yang bersepeda pun biasanya melampauinya.”
Kelompok Concerned Mothers juga menanggapi dengan serius, meminta Presiden Slovakia untuk tidak menandatangani undang-undang itu. Mereka berpendapat bahwa aturan ini justru akan membingungkan dan tidak menyelesaikan masalah keselamatan di jalan.
Data dari kepolisian Slovakia menunjukkan bahwa sepanjang tahun lalu, terdapat 67 pejalan kaki serta 22 pesepeda dan pengguna skuter yang kehilangan nyawa akibat kecelakaan. Namun, data terkait insiden di trotoar secara terpisah tidak pernah dicatat.
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Robert Fico, pemerintah Slovakia telah mengeluarkan berbagai perundang-undangan kontroversial sejak 2023. Kebijakan-kebijakan ini sering kali memicu protes dari publik yang merasa kebebasan mereka terancam.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: