Kepopuleran 'Yapping' di Indonesia: Tren Istilah Viral di Media Sosial
Berdasarkan laporan terbaru dari Google, kata 'yapping' menjadi istilah yang paling banyak dicari di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Istilah ini mulai viral setelah diperkenalkan di platform media sosial TikTok.
Istilah 'yapping' berasal dari suara gonggongan anjing dan awalnya digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang berbicara terus-menerus. Dalam percakapan sehari-hari, sering kali kata ini diartikan dengan cara yang kurang positif, merujuk pada orang yang ngoceh tanpa henti.
Contoh penggunaan dalam percakapan, jika seseorang mengatakan 'Stop yapping!', artinya adalah 'Berhenti ngoceh'. Istilah ini memiliki konotasi bahwa pembicaraan tersebut tidak memiliki substansi yang berarti.
Seiring waktu, makna kata 'yapping' telah bergeser untuk mendeskripsikan individu yang berbicara banyak, namun topik yang diangkat menjadi kurang menarik. Hal ini menyoroti dinamika komunikasi di era digital.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Kepopuleran istilah 'yapping' di kalangan pengguna TikTok tidak terlepas dari penggunaannya dalam konten kreatif. Banyak creators yang mengadopsi istilah ini dalam video komedi atau sindiran, sehingga menjadikannya bagian dari tren komunikasi baru.
Fenomena viralnya istilah ini juga didukung oleh penggunaan audio atau potongan suara yang sering menyebutkan kata 'yapping'. Ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mengenali dan mengasosiasikan istilah tersebut dengan konteks yang bersifat humoris.
Penggunaan 'yapping' dalam berbagai konteks ini menunjukkan bagaimana bahasa dapat berkembang melalui platform sosial dan menjangkau lebih banyak orang dengan cepat.
Dalam laporan 'Google Search in a Year 2025', kata 'yapping' mencuat sebagai istilah pencarian utama, bersanding dengan kata-kata lain seperti 'Stecu', 'Velocity', 'padel', dan 'Coretax'. Hal ini menunjukkan signifikan dan relevansi istilah ini di kalangan masyarakat.
Para ahli mencatat bahwa tren pencarian seperti ini sering kali dipengaruhi oleh fenomena di media sosial dan cara baru berkomunikasi di kalangan generasi muda. Hal ini kembali menggarisbawahi hubungan antara teknologi dan bahasa yang terus berkembang.
Kepopuleran kata 'yapping' menunjukkan bagaimana istilah tertentu dapat menjadi representasi dari perilaku sosial dan komunikasi di era modern, memberikan gambaran lebih luas tentang interaksi di platform digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: