BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 14:55 WIB

Ambisi Indonesia untuk Meroket ke Angkasa Sebelum Tahun 2040

Ambisi Indonesia untuk Meroket ke Angkasa Sebelum Tahun 2040Ambisi Indonesia untuk Meroket ke Angkasa Sebelum Tahun 2040

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan bahwa Indonesia bertekad untuk mengembangkan kemandirian dalam teknologi antariksa melalui optimalisasi Bandar Antariksa Biak.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Ia mengekspresikan harapan agar negara ini dapat melakukan peluncuran roket dan satelit secara mandiri sebelum tahun 2040.

Pengembangan Bandar Antariksa Biak

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Rika Andiarti, membahas bahwa pengembangan bandar antariksa tertera dalam Rencana Induk Keantariksaan Nasional (Renduk) 2017-2040.

Rika menjelaskan bahwa implementasi rencana tersebut dihadapkan pada tantangan dinamika global serta percepatan teknologi.

Dia menambahkan, 'Renduk dievaluasi setiap lima tahun; dalam konteks saat ini, sejumlah target dan strategi perlu didefinisikan ulang agar lebih adaptif dan realistis.'

Target yang diwacanakan adalah meluncurkan satelit dan roket secara mandiri dari wilayah Indonesia sebelum tahun 2040.

Fokus pada Infrastruktur dan Kelembagaan

Dalam kunjungan kerjanya di Kawasan Sains M. Ibnoe Subroto, Arif menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur fisik untuk mendukung program antariksa.

Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan

Ia menekankan, 'Kita tidak boleh terjebak pada tumpang tindih kewenangan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang terintegrasi.'

Pertemuan juga membahas kesiapan fasilitas pendukung peluncuran satelit dan roket, serta peluang optimalisasi Bandar Antariksa Biak sebagai pusat peluncuran nasional.

Arif juga mempertegas perlunya kejelasan tata kelola dan pembagian peran untuk memastikan program strategis berjalan efektif dan efisien.

Mendorong Riset dan Inovasi

Arif menekankan pentingnya komitmen untuk mencapai keunggulan di bidang antariksa, dengan mengatakan, 'Tidak ada negara yang berjaya di antariksa dengan kerja setengah-setengah. Kesuksesan adalah fungsi dari pemanfaatan waktu.'

Ia mendorong para peneliti untuk meningkatkan intensitas dan kualitas riset serta memanfaatkan peluang hibah riset dari luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ambisi Indonesia untuk Meroket ke Angkasa Sebelum Tahun 2040

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!