Mengapa Musik Lama Lebih Efektif Membangkitkan Mood? Ini Dia Penjelasannya
Banyak orang mendapati bahwa lagu-lagu lama mampu langsung memperbaiki suasana hati mereka lebih baik dibandingkan dengan musik baru. Ada alasan ilmiah di balik fenomena ini yang menarik untuk dicermati.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenangan yang melekat pada lagu-lagu lama dapat membangkitkan emosi positif dan nostalgia yang mendalam, menjelaskan mengapa musik ini lebih cepat menarik minat pendengar.
Keterikatan emosional yang terbentuk seiring waktu membuat lagu-lagu lama lebih cepat dalam meningkatkan mood. Ketika kita mendengarkan lagu-lagu ini, seringkali momen-momen spesifik dalam hidup kita teringat kembali.
Menurut penelitian, nostalgia yang dibangkitkan dapat menciptakan perasaan hangat dan positif yang berfungsi untuk mengurangi stres. Jadi, saat lagu-lagu ini diputar, otak kita memicu bagian yang berhubungan dengan kenangan baik.
Di sisi lain, lagu-lagu lama umumnya memiliki lirik dan melodi yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah diingat. Kenyataan ini membuat kita lebih cepat terhubung dan merasakan efek positifnya.
Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Studi menunjukkan bahwa musik dengan popularitas yang tinggi di masa lalu cenderung menimbulkan respons emosional yang lebih kuat. Para peneliti menemukan bahwa struktur dan elemen spesifik dari lagu-lagu lama bisa langsung diterima secara emosional oleh pendengar.
Dari sudut pandang neurologis, mendengarkan musik yang kita nikmati dapat meningkatkan produksi dopamin, yang dikenal sebagai 'hormon kebahagiaan'. Hal ini menjelaskan kenapa lagu-lagu lama terkadang menjadi penyemangat yang instan.
Penelitian dari University of Southern California juga menyatakan bahwa pengalaman mendengarkan musik yang membawa kembali kenangan meningkatkan rasa kebersamaan di antara para pendengarnya, menciptakan koneksi sosial yang positif.
Di sisi lain, musik baru biasanya memerlukan waktu untuk diakrabi dan dipahami. Lagu yang baru dirilis sering kali memiliki elemen yang lebih kompleks sehingga sulit untuk langsung mengena di hati pendengar.
Walau lagu-lagu baru memiliki potensi untuk meningkatkan mood, respons emosional yang ditimbulkan bisa lebih lambat dibandingkan lagu-lagu lama. Hal ini disebabkan kurangnya kenangan atau emosi yang terasosiasi dengan musik baru.
Namun, penting untuk dicatat bahwa selera musik bersifat subjektif. Sebagian orang mungkin menemukan musik baru yang dapat membangkitkan semangat, terutama ketika melodi lagu tersebut catchy.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: