BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 21:22 WIB

Ragam Tradisi Menyambut Ramadhan di Bali: Dari Megengan hingga Ngaminang

Ragam Tradisi Menyambut Ramadhan di Bali: Dari Megengan hingga NgaminangRagam Tradisi Menyambut Ramadhan di Bali: Dari Megengan hingga Ngaminang

Bali memiliki beragam tradisi unik yang menyambut bulan suci Ramadhan, menunjukkan kepatuhan spiritual masyarakatnya. Meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu, tradisi ini sangat melestarikan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis (19/2/2026), umat Islam di Bali memperkuat tali persaudaraan dengan melestarikan budaya yang sarat makna.

Tradisi Megengan

Tradisi Megengan berasal dari Jawa, khususnya Jawa Timur, dan merupakan bentuk akulturasi budaya Jawa dan Islam. Umat Islam di Bali melaksanakan kenduri setelah shalat Maghrib, dihadiri oleh keluarga dan tetangga.

Sebelum kenduri dimulai, warga biasanya mengumpulkan sedekah makanan untuk dibagikan. Mereka juga menuliskan nama-nama leluhur untuk didoakan saat pembacaan doa.

Acara dilanjutkan dengan tahlilan akbar dan sesi makan bersama yang penuh kehangatan. Tradisi Megengan menjadi sarana untuk memanjatkan doa dan menjaga hubungan sosial di masyarakat.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Tradisi Megibung

Megibung adalah tradisi makan bersama yang dilestarikan masyarakat Bali, terutama di Kabupaten Karangasem. Kegiatan ini melibatkan warga berkumpul di satu tempat untuk menyantap hidangan tradisional secara bersama.

Tradisi ini biasanya dilakukan sebelum dan selama bulan puasa sebagai simbol kekeluargaan. Ibu-ibu di lingkungan setempat memasak bersama dan menyediakan berbagai lauk-pauk khas Bali.

Setelah shalat Maghrib, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Megibung mendukung interaksi sosial di kalangan komunitas Islam Bali.

Tradisi Ngaminang

Ngaminang adalah tradisi lain yang mempererat silaturahmi di kalangan umat Islam di Bali, khususnya di Kampung Gelgel, Klungkung. Istilah 'ngaminang' berarti mengamini, menggambarkan praktik bersama yang dilakukan saat menjelang Ramadhan.

Ibu-ibu desa mempersiapkan hidangan yang kemudian disedekahkan ke masjid. Tokoh agama setempat memimpin doa khusus untuk meminta berkah bagi pelaksanaan puasa.

Setelah membaca doa, semua jamaah bersama-sama mengucapkan 'aamiin' dan duduk dalam kelompok untuk menyantap hidangan yang disediakan. Tradisi ini menekankan nilai-nilai kebersamaan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ragam Tradisi Menyambut Ramadhan di Bali: Dari Megengan hingga Ngaminang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!