Selasa, 22 JULI 2025 • 07:53 WIB

Fenomena Quiet Quitting: Tantangan dan Solusi di Tahun 2025

Author

zenmoms.id – Fenomena quiet quitting atau ‘keluar secara senyap’ kembali menjadi sorotan di kalangan pekerja Indonesia pada tahun 2025. Praktik ini mencerminkan sikap para karyawan yang hanya melaksanakan tugas minimal tanpa komitmen lebih lanjut terhadap tempat kerja mereka.

Dengan semakin banyaknya individu yang merasa terjebak dalam rutinitas monoton, pertanyaannya kini adalah apakah tren ini akan bertahan atau perlahan-lahan memudar seiring waktu.

Apa Itu Quiet Quitting?

Quiet quitting mulai dikenal pada tahun 2022 dan menggambarkan kondisi di mana karyawan disengaged dari tanggung jawab pekerjaan mereka. Alih-alih meninggalkan pekerjaan, mereka memilih untuk hanya menyelesaikan tugas-tugas dasar tanpa gairah.

Berdasarkan survei terbaru, beberapa faktor menyebabkan fenomena ini, seperti kurangnya dukungan dari atasan, dampak dari burnout, dan imbalan yang tidak sesuai dengan harapan. Hal ini memicu ketidakpuasan yang menjurus pada pengurangan keterlibatan di tempat kerja.

Menurut hasil survei, banyak pekerja mengungkapkan bahwa mereka merasa terjebak dalam lingkungan kerja yang tidak mendukung, sehingga quiet quitting adalah pilihan bagi mereka untuk mengelola harapan dan realitas yang tidak seimbang.

Dampak Quiet Quitting Terhadap Perusahaan

Dampak quiet quitting terhadap produktivitas perusahaan dapat sangat signifikan. Ketika karyawan tidak lagi berinovasi dan berpartisipasi secara aktif, kolaborasi tim dan hasil akhir kerja dapat menjadi terpengaruh negatif.

Upaya sejumlah perusahaan untuk mengatasi fenomena ini telah dilakukan melalui program-program kesejahteraan mental serta pengenalan pendekatan kerja yang lebih fleksibel. Namun, meskipun demikian, banyak karyawan yang masih merasa dihargai secara tidak memadai.

Studi menunjukkan bahwa ketika karyawan merasa kurang diakui, dampak terhadap moral dan integrasi tim menjadi kurang optimal, sehingga menghasilkan stagnasi kreatif dan inovasi yang terhambat.

Bagaimana Cara Mengatasi Quiet Quitting di 2025?

Perusahaan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap budaya kerja mereka untuk mengatasi fenomena quiet quitting. Ini mencakup penerapan pendekatan yang lebih inklusif serta memberikan dukungan emosional yang diperlukan bagi karyawan.

Salah satu langkah efektif dalam meningkatkan keterlibatan adalah dengan menawarkan kesempatan untuk pengembangan karier serta mengakui kontribusi karyawan secara tepat. Perusahaan yang responsif terhadap kebutuhan karyawan berpotensi lebih berhasil dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

Di tahun 2025, membangun hubungan yang lebih erat dan memperhatikan suara karyawan akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan yang muncul akibat quiet quitting. Menciptakan suasana yang menghargai kehadiran dan kontribusi karyawan akan mendorong semangat inovasi dan keterlibatan yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU