Kamis, 26 JUNI 2025 • 06:14 WIB

Evakuasi Jasad Pendaki Brasil di Gunung Rinjani: Perjuangan Tim SAR

Author

zenmoms.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad Juliana, pendaki asal Brasil yang tewas setelah terjatuh di jurang Gunung Rinjani, Lombok, pada Rabu (25/6). Proses pencarian dimulai sejak Sabtu (21/6) dan berlangsung dengan banyak tantangan yang dihadapi oleh tim di lapangan.

Jasad Juliana ditemukan pada pukul 07.05 WITA, namun proses evakuasi sempat terhambat akibat medan terjal dan cuaca buruk. Akhirnya, jasad korban berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 WITA dengan berbagai kesulitan yang harus diatasi.

Timeline Kejadian

Juliana, yang berusia 27 tahun, mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6) pukul 06.30 WITA. Setelah pencarian selama dua hari, tim SAR gabungan menemukan jasadnya pada Senin (23/6), berjarak 500 meter dari titik awal jatuh.

Lokasi temuan korban terletak di kedalaman 600 meter, dengan medan yang terdiri dari pasir dan batu. Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR menghadapi banyak tantangan, terutama cuaca yang tidak mendukung dan medan yang berbahaya.

Kendala dalam Proses Evakuasi

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa meskipun evakuasi dimulai sejak pukul 06.00 WITA, prosesnya menjadi lebih lambat akibat medan yang terjal. Jarak yang harus ditempuh tim SAR untuk mengangkat jasad adalah 600 meter, dengan beberapa titik tambatan yang membuat proses lebih kompleks.

Yarman Mansur, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, melaporkan bahwa helikopter Basarnas yang diharapkan untuk mendukung evakuasi tidak dapat melakukannya karena kabut tebal dan kondisi medan yang sulit. Hal ini memaksa tim SAR untuk melanjutkan evakuasi secara manual, yang menambah durasi proses evakuasi.

Proses dan Rencana Selanjutnya

Setelah perjuangan melewati berbagai rintangan, jasad Juliana berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 WITA dan sampai di Pos Pelawangan Sembalun pada pukul 15.50 WITA. Selama proses ini, tim SAR menggunakan tandu untuk membawa jasad mencapai lokasi yang dapat diakses oleh kendaraan darat.

Setelah dievakuasi, jenazah Juliana dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk dilakukan autopsi pada Kamis (26/6). Kehadiran pihak keluarga dalam proses autopsi menambah kesan mendalam bagi semua yang terlibat, dan rencana pemulangan jenazah ke Brasil dapat dilakukan melalui Denpasar, Bali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
BERITA TERBARU