Kamis, 12 JUNI 2025 • 06:39 WIB

Fenomena FOMO dan Dampaknya di Era Digital

Author

Generated by Journalist AI

zenmoms.id – Fenomena FOMO atau Fear of Missing Out kian meresahkan terutama bagi generasi millennial dan Gen Z. Kondisi ini menggambarkan perasaan cemas jika ketinggalan informasi atau momen penting dalam kehidupan sosial.

FOMO dipandang lebih dari sekadar tren, karena dapat berdampak pada kesehatan mental seperti stres dan kecemasan. Populer di era digital, FOMO terkait erat dengan penggunaan media sosial yang terus meningkat.

Apa Itu FOMO?

FOMO, atau Fear of Missing Out, menggambarkan kecemasan seseorang yang merasa tertinggal dari informasi atau pengalaman yang dialami orang lain. Istilah ini mencuat seiring dengan pertumbuhan media sosial yang mempermudah akses informasi.

Ketidakmampuan mengikuti tren terbaru dapat membuat seseorang merasa terasing, berdampak negatif pada kesehatan mental. Beberapa penelitian mengaitkan FOMO dengan stres, kecemasan, dan penurunan kepuasan hidup.

FOMO tidak hanya terjadi secara online, tetapi juga dalam interaksi langsung, seperti tidak diundang ke acara teman. Fenomena ini diperkuat oleh tren membagikan tiap momen penting di media sosial, merangsang orang membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Dampak Negatif FOMO

Meskipun terlihat sebagai kekhawatiran umum, FOMO dapat memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan mental. Orang yang sering mengalami FOMO mungkin menghadapi masalah tidur, penurunan konsentrasi, dan depresi.

Keinginan untuk selalu terhubung dengan media sosial supaya tidak tertinggal informasi dapat mengganggu waktu istirahat dan produktivitas. Selain itu, FOMO menjadikan seseorang merasa kurang bahagia dengan hidupnya.

Penelitian menunjukkan individu yang sering merasakan FOMO lebih rentan terhadap stres dan kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki, karena lebih fokus pada yang tidak dimiliki atau dialami. Suasana hati yang tidak stabil akibat FOMO dapat mempengaruhi hubungan sosial.

Menghadapi FOMO di Era Digital

Untuk mengurangi FOMO, penentuan prioritas dan pembatasan konsumsi media sosial menjadi penting. Memulai dengan mengatur waktu penggunaan gawai dan tidak terlibat dalam semua aktivitas online adalah langkah awal yang efektif.

Mencari aktivitas yang memberikan kepuasan di luar dunia maya, seperti hobi, dapat membantu mengurangi FOMO. Fokus pada kualitas hubungan pribadi juga menjadi solusi menghadapi fenomena ini.

Pentingnya komunikasi dalam mengatasi FOMO tidak terelakkan. Berbagi perasaan cemas dengan teman dekat dapat memberikan dukungan emosional yang membantu meredakan kecemasan.

Seiring kemajuan teknologi, memiliki kontrol terhadap media sosial serta pemahaman emosional dapat menjadi cara efektif mengatasi FOMO.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU