Perseteruan antara Indah Permatasari dan ibunya, Nursyah, kini kembali menarik perhatian netizen setelah pernyataan-pernyataan emosional dari Nursyah viral di media sosial.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Nursyah mengekspresikan kekecewaannya terhadap perubahan sikap Indah setelah menikah dengan Arie Kriting, dengan sindiran yang cukup tajam tentang kehidupan mereka.
Sindiran Nursyah di Media Sosial
Nursyah membuat gempar di media sosial dengan sebuah unggahan yang menyiratkan ketidakpuasan terhadap kehidupan anaknya, Indah. Ia menyebut, "Idih, mau cemburu, iri sama dia (Indah Permatasari dan Arie Kriting) buat apa? Mobil saja mobil bekas, rumah masih cicil apalagi itu tukang sandal, tukang sihir."
Pernyataan tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam reaksi dari netizen. Banyak yang bersimpati terhadap Nursyah, sementara lainnya menilai bahwa masalah ini seharusnya diselesaikan secara pribadi, bukan di depan umum.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Kekecewaan Nursyah Terhadap Perubahan Indah
Nursyah lanjut mengungkapkan kekecewaannya bahwa ia lebih memilih diam untuk menjaga aib keluarga. Meski begitu, ia mulai merasakan ketidakpuasan yang mendalam akibat perilaku Indah setelah menikah dengan Arie Kriting.
"Hei, Indah Permatasari dari 2018 sampai 2020... Kamu sudah tidak bisa lagi antar saya terima," keluhnya, menunjukkan frustrasinya karena putrinya tidak mendengarkan nasihat.
Ia juga menyampaikan kesalnya, "Lalu, berhari-hari, berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, kau tidak bisa lagi dinasehatin..." Ini menunjukkan betapa seriusnya ia memandang perubahan sikap Indah.
Respon Nursyah terhadap Pembelaan Netizen
Nursyah merasakan ketidakpuasan terhadap netizen yang membela Indah dan Arie Kriting. Ia dengan tegas mengatakan, "Heh, kalian itu tahu apa tentang Indah Permatasari dan si Brekele... Saya diam membisu sampai dia kawin." Ini menunjukkan bahwa ia merasa diabaikan dalam kontroversi yang mengelilingi keluarganya.
Lebih lanjut, Nursyah mengungkapkan bahwa ia tidak mendapatkan kesempatan yang seharusnya untuk mengatur pengajian putrinya. Dengan frustasi, ia menambahkan, "Dia meminta izin, saya kasih izin tetapi ada kah pengajian di rumah saya? Malah saya jelaskan, dia mengamuk."
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Prinsip Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: