Senin, 22 DESEMBER 2025 • 15:40 WIB

Risiko Tidur Sejenak Saat Berkendara Jarak Jauh

Author

Risiko Tidur Sejenak Saat Berkendara Jarak Jauh

Fenomena microsleep saat mengemudi menjadi perhatian serius bagi keselamatan di jalan. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa tidur sejenak saat berkendara bisa sangat berbahaya.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia

Satu momen kehilangan kesadaran selama beberapa detik dapat berakibat fatal tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep adalah kejadian singkat di mana seseorang tertidur tanpa sadar dalam waktu yang sangat singkat, biasanya beberapa detik. Fenomena ini sering terjadi saat seseorang merasa sangat lelah atau mengantuk.

Saat berkendara dalam waktu lama tanpa istirahat, pengemudi bisa mengalami gejala seperti mengantuk mendalam, mengangguk, atau bahkan kehilangan fokus, yang mengakibatkan hilangnya kendali atas kendaraan.

Kondisi ini biasanya lebih rentan terjadi pada pengemudi yang melewati jalan panjang dan monoton, di mana sedikit gangguan dapat membuat seseorang lebih mudah mengantuk.

Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung

Dampak Berbahaya dari Microsleep

Dampak dari microsleep saat berkendara bisa sangat serius. Dari penelitian diketahui bahwa kecelakaan akibat kantuk sering kali lebih parah dibandingkan kecelakaan lain.

Data dari Korlantas Polri menunjukkan, sekitar 20-30% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk. Ini mengindikasikan risikonya tinggi bagi mereka yang berkendara jarak jauh.

Kecelakaan ini bisa mengakibatkan kerugian materi, cedera fisik yang parah, bahkan kematian. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda microsleep adalah hal yang penting bagi setiap pengemudi.

Cara Mencegah Microsleep Saat Berkendara

Ada berbagai langkah yang bisa diambil untuk mencegah terjadinya microsleep. Pertama, pastikan untuk cukup tidur sebelum melakukan perjalanan jauh dan beristirahat secara teratur.

Pengemudi disarankan untuk tidak hanya mengandalkan kafein. Meskipun bisa memberikan dorongan sementara, efeknya tidak akan bertahan lama dan berisiko membuat rasa lelah kembali.

Ketika merasa mengantuk, sebaiknya berhenti sejenak di tempat yang aman, melakukan stretching atau berjalan-jalan agar fokus dan semangat kembali.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU