Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 17:26 WIB

Fenomena Overstimulasi: Tantangan di Era Digital

Author

Fenomena Overstimulasi: Tantangan di Era Digital

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, fenomena overstimulasi menjadi keluhan umum di masyarakat. Banyak orang merasa kewalahan dengan terlalu banyak rangsangan yang datang dari lingkungan sehari-hari.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dari interaksi di media sosial hingga kesibukan sehari-hari, dampaknya pada kesehatan mental tak bisa diremehkan. Menghadapi masalah ini menjadi semakin penting dalam kehidupan modern.

Apa itu Overstimulated?

Overstimulated atau overstimulasi mengacu pada kondisi ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan dari berbagai sumber. Sumber-sumber ini dapat berupa suara, cahaya, atau informasi yang melimpah.

Di era yang serba terhubung ini, individu seringkali terpapar berbagai hal sekaligus, mulai dari media sosial hingga iklan yang terus muncul. Akibatnya, sistem saraf bisa menjadi kewalahan, menyebabkan gangguan konsentrasi dan stres.

Menurut Dr. Sarah Johnson, seorang psikolog, 'Overstimulated adalah respons alami tubuh kita terhadap terlalu banyak rangsangan yang diterima.' Hal ini menunjukkan bahwa reaksi terhadap overstimulasi bersifat emosional dan fisik.

Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik

Faktor Penyebab Overstimulasinya Masyarakat

Salah satu penyebab utama overstimulasi adalah kemajuan teknologi. Perangkat pintar seperti smartphone dan tablet memberikan akses informasi yang melimpah, namun bisa jadi berisiko bila tidak ditangani dengan baik.

Media sosial juga memberikan kontribusi signifikan. Pengguna sering terpapar konten tanpa henti yang bisa memicu perbandingan sosial. Seperti yang diungkapkan influencer kesehatan, Lisa Tan, 'Kita cenderung merasa buruk tentang diri kita sendiri setelah melihat kehidupan orang lain di media sosial.'

Selain itu, lingkungan sekitar dengan suara bising atau keramaian di tempat umum juga berperan. Saat berbagai rangsangan ini bertumpuk, otak akan kesulitan memprosesnya, yang berujung pada kelelahan mental.

Cara Mengatasi Overstimulasinya

Salah satu cara efektif untuk mengatasi overstimulasi adalah dengan menerapkan teknik mindfulness. Latihan ini membantu individu lebih fokus pada kondisi saat ini dan mengurangi tingkat stres yang dirasakan.

Pengaturan waktu dalam menggunakan gadget juga sangat penting. Memberikan waktu istirahat dari layar dapat membantu otak beradaptasi dan kembali fokus pada aktivitas lainnya.

Berkeliling di alam bebas bisa menjadi alternatif yang baik untuk meredakan overstimulasi. 'Alam dapat memiliki efek menenangkan bagi pikiran yang lelah,' ungkap psikolog lingkungan, Dr. Maria Setiawan.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU