Pengguna WhatsApp kini diingatkan untuk lebih waspada terhadap penipuan dengan modus 'GhostPairing'. Penipuan ini berpotensi membajak akun dan membahayakan privasi penggunanya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Perusahaan keamanan siber Avast mengidentifikasi risiko ini, di mana korban dapat terjebak tanpa sadar selama berbulan-bulan.
Memahami GhostPairing
GhostPairing merupakan metode penipuan terbaru yang dikategorikan lebih berbahaya daripada penipuan sebelumnya. Dalam kasus ini, penipu tidak hanya mencuri kata sandi, tetapi juga bisa mengakses berbagai fitur di akun WhatsApp tanpa perubahan kata sandi.
Penipuan ini memungkinkan penjahat untuk melakukan peniruan identitas, melakukan penipuan yang lebih terencana, dan bahkan melakukan pemerasan. Dengan akses yang diberikan, semua ini dapat terjadi tanpa sepengetahuan korbannya.
Dampak dari tindakan ini sangat serius, mengingat penjahat memiliki kemampuan untuk mengakses obrolan pribadi, pesan suara, dan foto-foto penting yang tersimpan di akun WhatsApp tanpa seijin pengguna.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Mekanisme Kerja GhostPairing
Secara praktis, korban penipuan ini menerima pesan yang tampak berasal dari kontak terpercaya di WhatsApp. Pesan tersebut sering diiringi oleh kalimat mengandung ajakan seperti, 'eh, aku nemu foto kamu,' di mana disertakan juga sebuah tautan.
Setelah mengklik tautan tersebut, korban akan dialihkan ke halaman palsu mirip Facebook, yang meminta mereka untuk 'memverifikasi' untuk dapat melihat gambar tersebut. Proses ini sebenarnya adalah jalur bagi penyerang untuk menghubungkan perangkat mereka ke akun WhatsApp korban.
Karena sifat penipuan ini, pengguna harus sangat berhati-hati terhadap link yang diterima, terutama jika meminta mereka untuk memasukkan data pribadi atau memindai kode QR.
Langkah Pencegahan untuk Pengguna
Untuk menjaga keamanan akun WhatsApp, langkah pertama yang disarankan adalah memeriksa pengaturan di aplikasi dan melihat daftar perangkat yang terhubung. Jika ada perangkat yang tidak dikenal, segera hapus akses tersebut.
Pesan yang mengandung permintaan untuk memindai kode QR atau memasukkan kode otorisasi harus dianggap mencurigakan dan perlu diwaspadai. Hal ini penting agar pengguna tidak menjadi korban penipuan.
Aktifkan fitur verifikasi dua langkah di WhatsApp untuk menambah lapisan keamanan. Selain itu, bagikan informasi ini dengan keluarga dan teman agar mereka pun lebih mawas terhadap potensi penipuan yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: