Kreator konten terkenal, Khaby Lame, telah menjual perusahaan operasional utamanya, Step Distinctive Limited, dengan nilai akuisisi mencapai Rp16 triliun.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Kesepakatan ini dilakukan dengan Rich Sparkle Holdings, perusahaan berbasis di Hong Kong yang berencana untuk mengembangkan e-commerce konten global.
Akuisisi dan Nilai Transaksi
Dalam transaksi ini, Rich Sparkle Holdings mengakuisisi Step Distinctive Limited dengan nilai sebesar US$975 juta atau setara Rp16,35 triliun. Khaby Lame akan tetap terlibat sebagai pemegang saham pengendali.
Lame menyampaikan, "Selamat kepada tim di ANPA, sangat senang menjadi pemegang saham dan berharap dapat melakukan hal-hal hebat." Kesepakatan ini diharapkan mendukung langkah Lame dalam memperluas jangkauannya secara global.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Fokus pada E-commerce Konten
Rich Sparkle Holdings berencana untuk mengambil alih seluruh manajemen operasional e-commerce, termasuk perencanaan konten dan pemenuhan rantai pasokan. Tujuan ini merupakan bagian dari strategi untuk menjangkau audiens global.
Langkah ini juga mencakup inspeksi kualitas dan layanan purna jual yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan di pasar yang beragam, termasuk Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Visi Masa Depan dan Strategi Ekspansi
Perusahaan ini berkomitmen untuk menciptakan "revolusi dalam model e-commerce konten global," yang diharapkan memberikan nilai luar biasa bagi para pemegang saham. Rich Sparkle menargetkan untuk menghasilkan lebih dari US$4 miliar dalam penjualan tahunan.
Khaby Lame, yang dikenal sebagai kreator dengan pendapatan tertinggi ke-10 pada tahun 2025, telah menjalin kerja sama dengan berbagai merek besar seperti LEGO, yang menunjukkan pengaruh kuatnya di industri konten.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: