Sebuah pub bernama Tori Yaro di Dogenzaka, Shibuya, Tokyo, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang membatasi pengunjung berusia 40 tahun ke atas.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan suasana yang lebih cocok bagi pengunjung yang berada di usia 20-an hingga 30-an.
Kebijakan Pembatasan Usia di Tori Yaro
Menurut laporan dari Japan Today, kebijakan ini hanya diterapkan di cabang Dogenzaka dan tidak berlaku di seluruh jaringan Tori Yaro.
Diharapkan, pembatasan ini dapat menambah suasana segar dan dinamis yang sesuai dengan preferensi pengunjung muda.
Meski pengunjung berusia di atas 40 tahun masih diperbolehkan masuk, mereka harus hadir dengan setidaknya satu orang berusia 39 tahun atau lebih muda.
Ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam penerapan aturan yang dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara usia pengunjung.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple
Tanggapan dari Perwakilan Jaringan
Toshihiro Nagano, perwakilan publik dari jaringan Tori Yaro, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyesuaikan suasana pub dengan preferensi pelanggan.
Ia mencatat bahwa banyak keluhan berasal dari pelanggan yang lebih tua mengenai tingkat kebisingan di dalam restoran.
"Pelanggan yang lebih tua cenderung banyak mengeluh tentang restoran yang terlalu berisik dan sebagainya, jadi kami memutuskan untuk membatasi siapa yang masuk, sehingga semua orang dapat pulang dengan senang hati atas pengalaman yang mereka dapatkan," ungkap Nagano menyoroti alasan di balik kebijakan ini.
Dengan kebijakan ini, mereka berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung muda.
Munculnya Tren Pembatasan Usia di Izakaya Lain
Tori Yaro bukanlah satu-satunya izakaya yang memiliki kebijakan pembatasan usia. Yaoya Ba, izakaya kelas atas lainnya di Shibuya, menetapkan kebijakan yang hanya menerima pelanggan berusia 25 tahun ke atas.
Kebijakan-kebijakan ini mencerminkan bagaimana pelaku industri layanan makanan dan minuman di Jepang beradaptasi dengan penginginan konsumen.
Perubahan ini menunjukkan tren yang lebih luas di mana restoran berusaha untuk menciptakan atmosfer yang sesuai dengan kelompok usia yang mereka targetkan.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: