Suzuki Tampilkan Fronx Flex Fuel Concept di Japan Mobility Show 2025
Suzuki Motor Corporation akan memperkenalkan Fronx Flex Fuel Concept di Japan Mobility Show (JMS) 2025 yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 9 November di Tokyo Big Sight, Jepang.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Model ini dirancang khusus untuk menggunakan bioetanol dengan proporsi tinggi, memberikan efisiensi yang lebih baik bagi konsumen.
Suzuki Fronx Flex Fuel menggunakan mesin yang sebelumnya diterapkan pada Wagon R Flex Fuel, dengan modifikasi untuk meningkatkan performa saat menggunakan bioetanol.
Modifikasi ini mencakup penyesuaian pada tangki bahan bakar, pipa-pipa bensin, pompa bensin, injektor, serta seal-seal di sejumlah bagian untuk memastikan kompatibilitas dengan bahan bakar etanol.
Selain itu, Suzuki menyematkan sensor khusus yang dapat mengukur konsentrasi etanol dalam campuran bahan bakar secara real-time untuk meningkatkan akurasi pemakaian.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Flex fuel adalah jenis bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam terbarukan, terutama yang berbasis pada tanaman.
Keunggulan bahan bakar ini terletak pada sifatnya yang dapat diolah ulang, di mana emisi CO2 yang dihasilkan dapat diserap kembali oleh tanaman untuk menghasilkan etanol.
Terdapat dua jenis etanol murni, yaitu Hydrous Ethanol dan Anhydrous Ethanol, yang masing-masing memiliki kadar etanol berbeda dan siap dicampur dengan BBM.
Di Indonesia, Pertamina telah mengembangkan BBM bioetanol melalui Pertamax Green yang memiliki nilai oktan 95 dan mengandung 5 persen etanol.
Penggunaan bioetanol merupakan langkah positif untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil, serta mendukung program energi terbarukan negara.
Berbagai jenis bahan baku etanol digunakan secara global, seperti tebu di Brasil, jagung di Amerika, dan singkong di Thailand, menunjukkan potensi pengembangan bioetanol di dalam negeri.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: