Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, mengekspresikan kritik tajam setelah pencurian besar-besaran di Museum Louvre baru-baru ini.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Dia mengusulkan untuk membeli kembali perhiasan yang dicuri dan menyumbangkannya ke Louvre Abu Dhabi, menyoroti kegagalan sistem keamanan Prancis.
Insiden Pencurian di Museum Louvre
Menurut laporan kepolisian, pencurian terjadi pada pagi hari tanggal 19 Oktober 2025, saat museum baru saja dibuka untuk pengunjung.
Empat pencuri menggunakan kendaraan dilengkapi lift mekanik untuk memasuki balkon Galerie d’Apollon, di mana koleksi perhiasan berharga disimpan.
Mereka mengancam penjaga dan memecahkan kaca dari dua etalase untuk mencuri delapan hingga sembilan artefak, termasuk kalung, anting, dan tiara.
Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral
Kritikan Pavel Durov
Durov, yang dikenal dengan pandangannya yang kontroversial mengenai privasi dan sensor digital, menilai insiden ini sebagai 'tanda menyedihkan kemerosotan sebuah negara'.
Dalam unggahannya di media sosial X, dia menyatakan, 'Saya sama sekali tidak terkejut dengan perampokan di Louvre.'
Dia menyoroti bahwa pemerintah Prancis lebih sering alih perhatian rakyat dengan isu-isu semu ketimbang menangani masalah mendasar seperti keamanan.
Reaksi Pengguna Media Sosial
Komentar Durov memicu berbagai reaksi di dunia maya, dengan banyak pengguna yang mendukung pandangannya terkait lemahnya keamanan di museum.
Salah satu pengguna menyatakan, 'Bagaimana mungkin artefak tak ternilai tidak dilindungi kaca antipeluru atau mekanisme keamanan tinggi? Ini kelalaian luar biasa, bahkan tampak disengaja.'
Sejumlah netizen lainnya mencatat bahwa meskipun polisi dapat menangkap Durov, mereka tidak dapat menangkap para pencuri yang beraksi di siang bolong.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: