Kisah Unik Siswa SMPN 1 Paliyan yang Bawa Bekal Puthul
Seorang siswa kelas 7F SMPN 1 Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta, baru-baru ini menarik perhatian publik berkat bekal unik yang dibawanya, yaitu puthul, sejenis serangga olahan buatan orang tuanya.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Peristiwa ini berlangsung saat jam makan bergizi gratis (MBG) di sekolah, di mana siswa tersebut menikmati puthul goreng yang ia kumpulkan bersama keluarganya.
Pada Senin, 6 Oktober 2025, seorang siswa memilih untuk membawa bekal puthul goreng setelah melakukan pencarian bersama orang tuanya sehari sebelumnya.
Guru pengawas, Ivani Ayudya, menjelaskan bahwa pilihan siswa membawa puthul ke sekolah karena makanan tersebut adalah sisa masakan orang tua yang dianggap nikmat.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Raharjo, menjelaskan bahwa puthul merupakan makanan yang biasa dikonsumsi di Gunungkidul dan memiliki kandungan protein tinggi, terutama setelah proses pengeringan.
Pengeringan puthul bertujuan untuk mengawetkan serangga tersebut dan dapat meningkatkan kandungan protein hingga 30-40 persen.
Puthul tidak hanya mengandung protein, tetapi juga lemak tak jenuh seperti Omega 3, vitamin B, zat besi, dan kalsium yang baik untuk kesehatan.
Meski demikian, Sri Raharjo juga menekankan pentingnya mewaspadai kemungkinan reaksi alergi yang bisa muncul pada beberapa individu akibat protein dalam puthul.
Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: