Penjualan Mobil Hybrid di Indonesia Turun Tajam di Bulan Oktober 2025
Penjualan mobil hybrid di Indonesia mengalami penurunan drastis pada bulan Oktober 2025, mencatatkan angka distribusi yang jauh di bawah target. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid tercatat sebanyak 5.371 unit, turun 22,9 persen dibanding bulan sebelumnya.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Penurunan signifikan ini kontras dengan pertumbuhan keseluruhan pasar otomotif nasional yang mengalami peningkatan sebesar 19,2 persen. Dari total penjualan mobil nasional yang mencapai 74.019 unit, justru mobil hybrid menghadapi tantangan yang lebih besar.
Penjualan mobil hybrid di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, yang memberikan sinyal mengenai ketidakstabilan dalam segmen ini. Data dari Gaikindo menunjukkan bahwa pada bulan Oktober, penjualan mobil hibrida mencatat angka terendah dengan hanya 5.371 unit terdistribusi ke diler.
Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup tajam sebesar 22,9 persen jika dibandingkan dengan 6.967 unit pada bulan September. Meskipun demikian, pasar otomotif secara keseluruhan masih menunjukkan pertumbuhan yang optimis dengan peningkatan sebesar 19,2 persen, memberikan harapan bagi industri otomotif di dalam negeri.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Di tengah penurunan pasar, Toyota Kijang Innova Zenix HEV tetap menjadi yang teratas di segmennya dengan penjualan sebanyak 2.139 unit, yang meskipun turun 1,5 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu, Suzuki XL7 Hybrid mengalami kenaikan signifikan yaitu 23 persen, mencapai 772 unit dan menjadi pesaing utama di segmen ini.
Model-model lain seperti Suzuki Fronx Hybrid dan Honda HR-V e:HEV juga mengalami penurunan penjualan, dengan Fronx mencatat 627 unit terjual, turun 21 persen, dan HR-V e:HEV yang terjual 509 unit, turun tajam sekitar 59 persen menjadikannya menduduki posisi keempat.
Tidak semua mobil hybrid mengalami penurunan, hal ini terlihat pada Toyota Yaris Cross HEV yang justru menunjukkan pertumbuhan dengan penjualan 327 unit, meningkat lebih dari 49 persen dari bulan sebelumnya. Di sisi lain, produk baru seperti Chery Tiggo Cross CSH juga mengalami penyesuaian dengan hanya terdistribusi sebanyak 388 unit, penurunan 63 persen dibanding 1.042 unit.
Pada pandangan lebih luas, distribusi beberapa merek lain seperti Suzuki Ertiga Hybrid sama sekali tidak melakukan pengiriman ke diler dalam enam bulan berturut-turut, menandakan stagnasi bahkan untuk model yang seharusnya menarik minat konsumen.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: