BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 19:46 WIB

BYD Harapkan Perpanjangan Insentif Mobil Listrik di Indonesia

BYD Harapkan Perpanjangan Insentif Mobil Listrik di IndonesiaBYD Harapkan Perpanjangan Insentif Mobil Listrik di Indonesia

BYD kini berupaya agar Pemerintah Indonesia memperpanjang insentif untuk mobil listrik hingga tahun 2026. Saat ini, insentif tersebut diperkirakan akan berakhir tahun ini, sehingga harapan ini sangat penting untuk masa depan industri otomotif di Tanah Air.

Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kemungkinan insentif untuk tahun depan akan dihentikan, mengingat kekuatan industri otomotif yang dinilai sudah cukup mapan tanpa dukungan tambahan.

Insentif Mobil Listrik dan Dampaknya

Insentif yang masih berlaku untuk industri otomotif mencakup Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10% bagi kendaraan listrik. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025, kendaraan listrik yang diproduksi lokal dengan TKDN minimal 40% berhak mendapatkan manfaat PPN DTP.

Jika insentif tidak diperpanjang, produsen seperti BYD bisa terdampak negatif, terutama menjelang rencana perakitan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2026. CEO BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan keberatannya terhadap kemungkinan ini, mengingat pesatnya perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air.

Dalam dua tahun terakhir, BYD mencatatkan peningkatan penjualan kendaraan listrik dari 2% menjadi 12%. Eagle menekankan bahwa pencapaian ini tidak mungkin terjadi tanpa dukungan pemerintah dalam hal insentif.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Kemandirian dan Komitmen BYD

Eagle Zhao menjelaskan komitmen BYD terhadap ekosistem kendaraan listrik dengan rencana operasional pabrik di Subang, Jawa Barat, pada kuartal pertama 2026. Hal ini mencerminkan keyakinan BYD akan masa depan pasar kendaraan listrik di Indonesia meskipun penjualan saat ini masih dominan di kota-kota besar seperti Jakarta.

Ia juga mengungkapkan, konsumen di daerah lain juga memiliki antusiasme terhadap produk mobil listrik dari berbagai merek, bukan hanya BYD. Eagle menyatakan pentingnya memperhatikan potensi pasar di luar kota-kota besar.

Dalam konteks industri otomotif, tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2024 dan 2025, seperti penurunan penjualan, perlu diperhatikan. Meski demikian, kendaraan listrik diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap total volume industri otomotif di Indonesia.

Perluasan Produksi dan Dukungan Pemerintah

Menghadapi tantangan dalam produksi kendaraan listrik, Eagle Zhao menyatakan bahwa waktu yang diperlukan dalam proses produksi tidak secepat yang diharapkan. Selain itu, perusahaan perlu menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup di sektor manufaktur untuk mendukung pertumbuhan ini.

Dengan rencana peningkatan kapasitas produksi, BYD sangat berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah terkait insentif kendaraan listrik. Eagle percaya bahwa perpanjangan insentif tersebut akan menjadi kunci bagi kelanjutan investasi dan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

BYD Harapkan Perpanjangan Insentif Mobil Listrik di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!