Gerai Roti'O Meminta Maaf Setelah Insiden Penolakan Pembayaran Lansia
Sebuah video viral baru-baru ini menunjukkan seorang pria marah ketika seorang lansia ditolak bertransaksi di gerai Roti'O karena tidak menggunakan QRIS. Insiden ini memicu perhatian publik dan mengundang kritik terhadap penerapan sistem pembayaran non-tunai di berbagai merchant.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Menanggapi hal tersebut, manajemen Roti'O mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta maaf dan menginformasikan bahwa mereka akan melakukan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Manajemen Roti'O menyatakan bahwa penerapan sistem pembayaran non-tunai bertujuan untuk memberikan kemudahan dan berbagai promo bagi pelanggan. Dalam pernyataan resmi mereka, pihak Roti'O menegaskan, 'Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.'
Mereka juga menginformasikan bahwa saat ini tengah dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di gerai mereka. Hal ini menunjukkan komitmen Roti'O untuk memperbaiki layanan dan mendengarkan masukan dari pelanggan.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Potongan video yang viral menunjukkan seorang pria berkaos hitam berdebat dengan seorang pelayan di outlet Roti'O, setelah seorang nenek ditolak transaksi karena tidak menggunakan QRIS. Kejadian ini telah menarik perhatian banyak pengguna media sosial dan memicu diskusi tentang pentingnya penerimaan uang tunai di merchant.
Pria tersebut menekankan, 'Iya itu makanya kubilang, uang cash itu tetap harus kalian terima, masak harus QRIS, nenek-nenek itu kan nggak ada QRIS-nya, gimana?' Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap kebijakan yang dianggapnya tidak mempertimbangkan kebutuhan semua kalangan.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Donny Bayu Purnomo, menegaskan bahwa seluruh merchant di Indonesia wajib menerima pembayaran uang tunai. Pernyataan ini sejalan dengan Pasal 21 UU Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 yang melarang penolakan rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah NKRI.
Meskipun ada dorongan menuju digitalisasi, Donny menyatakan pentingnya bagi merchant untuk tetap menerima uang tunai, karena tidak semua konsumen memiliki akses ke sistem pembayaran digital. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: