BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 16:06 WIB

Mengapa Waktu Terasa Lebih Berlari Saat Kita Tua?

Mengapa Waktu Terasa Lebih Berlari Saat Kita Tua?Mengapa Waktu Terasa Lebih Berlari Saat Kita Tua?

Banyak yang merasakan, hari-hari berlalu begitu cepat seiring bertambahnya usia, dan pertanyaan muncul: Mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Berbagai teori ilmiah mencoba menjelaskan fenomena yang cukup menarik ini dan mengapa waktu seolah berpacu di kehidupan dewasa.

Persepsi Waktu Seiring Usia

Persepsi waktu adalah fenomena yang kompleks, terutama saat kita semakin dewasa. Selama masa kanak-kanak, kita mengalami banyak pengalaman baru yang memperkaya ingatan, sementara orang dewasa sering kali terjebak dalam rutinitas.

Kehilangan variasi dalam pengalaman membuat waktu terasa lebih cepat, karena kita tidak memiliki cukup 'memori' baru untuk dikenang.

Seorang ahli menyatakan, 'Pengalaman baru menciptakan lebih banyak kenangan. Ketika kita memiliki lebih banyak kenangan untuk dikenang, waktu terasa lebih lama; sebaliknya, kurangnya pengalaman baru membuat waktu terasa lebih pendek.'

Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial

Faktor Biologi yang Mempengaruhi Persepsi Waktu

Selain aspek psikologis, ada faktor biologis yang turut berperanan dalam cara kita mempersepsikan waktu. Seiring bertambahnya usia, metabolisme dan fungsi neurologis kita mengalami perubahan.

Penurunan kinerja otak dapat menyebabkan kita memproses informasi dengan lebih lambat, sehingga mempercepat perasaan bahwa waktu berlalu dengan cepat.

Penelitian menunjukkan bahwa anak muda memiliki sistem saraf yang lebih responsif, sehingga setiap pengalaman baru terasa lebih panjang dan kaya.

Pengaruh Ritme Hidup Modern dan Psikologi

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, semakin banyak tanggung jawab yang dihadapi individu. Hal ini membuat banyak dari kita merasa terburu-buru dan kehilangan momen-momen yang berarti.

Siklus rutinitas yang terus berulang dapat menciptakan nuansa monoton, di mana hari-hari berlalu tanpa disadari.

Psikolog mengingatkan, 'Perhatian kita yang teralihkan oleh gadget dan teknologi membuat kita kehilangan momen berharga dalam hidup, yang seharusnya bisa diingat dan dinikmati lebih lama.'

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Waktu Terasa Lebih Berlari Saat Kita Tua?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!