Perampokan Curi Koleksi Kartu Pokemon Bernilai Tinggi di Manhattan
Sebuah perampokan bersenjata terjadi di toko Pokemon di Manhattan, New York City, pada Rabu, 14 Januari 2026, melibatkan tiga pelaku yang menodongkan senjata.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Dalam insiden tersebut, para perampok mencuri uang tunai dan kartu Pokemon langka dengan total kerugian mencapai sekitar US$100.000.
Perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 18.48 waktu setempat, ketika pelanggan sedang berada di dalam toko untuk menghadiri acara komunitas Pokemon.
Pelaku yang mengenakan jaket bertudung memasuki toko dan menodongkan senjata kepada pegawai serta pengunjung, menciptakan suasana mencekam.
Kepolisian New York (NYPD) melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa mengejutkan ini, meskipun kerugian finansial cukup besar.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Courtney Chin, pemilik The Poke Court, menyebut bahwa perampok juga mengambil kartu Pokemon dari pengunjung dengan total nilai sekitar US$5.500.
Di antara kartu yang dicuri terdapat karakter-karakter ikonik seperti Pikachu, menunjukkan betapa berharganya koleksi tersebut.
Kartu-kartu ini disimpan dalam wadah plastik khusus yang dikenal sebagai 'slab', yang berfungsi untuk memverifikasi keasliannya dan memberikan nilai lebih pada koleksi.
Kasus pencurian kartu Pokemon semakin sering terjadi di Amerika Serikat, dengan salah satu kasus terbaru melibatkan kerugian sebesar US$300.000.
Sebelumnya, terdapat perampokan di California yang juga menargetkan kartu Pokemon, menjadikan kejadian ini sebagai tren yang mengkhawatirkan di kalangan penggemar dan kolektor.
Waralaba Pokemon sendiri telah menghasilkan pendapatan lisensi sekitar $12 miliar pada 2024, menunjukkan potensi besar dari produk-produk terkait yang kini menjadi sasaran kejahatan.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: