Mengungkap Sejarah Babi dan Dampaknya di Tengah Budaya Arab
Meskipun dilarang dalam agama Islam, babi memiliki sejarah yang menarik di Timur Tengah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa babi pertama kali dijinakkan ribuan tahun lalu di kawasan Mesopotamia.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Di balik larangan tersebut, banyak fakta menarik yang terungkap mengenai hubungan manusia dan babi yang sudah berlangsung sejak zaman purba.
Sebuah penelitian dari Kiel University, Jerman, mengungkapkan bahwa babi pertama kali didomestikasi sekitar 8.500 SM di Mesopotamia. Temuan ini menunjukkan bahwa babi merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
Menurut hasil riset yang diterbitkan dalam 'Insights Into Early Pig Domestication Provided by Ancient DNA Analysis', pemeliharaan babi berlangsung hingga 5.000 hingga 2.000 SM. Hal ini menunjukkan peran penting babi sebagai sumber protein bagi masyarakat Timur Tengah pada masa itu.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia
Antropolog Marvin Harris dalam bukunya yang berjudul 'Sapi, Babi, Perang, dan Tukang Sihir' mengaitkan pelarangan konsumsi babi dengan kebutuhan sumber daya yang tinggi. Ia mencatat bahwa seekor babi memerlukan sekitar 6.000 liter air untuk berkembang.
Di sisi lain, masyarakat Timur Tengah lebih memilih untuk mengalihkan penggunaan air untuk kebutuhan hidup lainnya. Ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan kebijakan sumber daya sangat memengaruhi pandangan terhadap konsumsi babi.
Sejarawan Richard W. Redding mencatat bahwa kemunculan ayam juga berkontribusi terhadap penurunan minat masyarakat Arab terhadap babi. Ayam dianggap lebih efisien dalam hal penggunaan sumber daya air.
Ia menjelaskan bahwa satu kilogram daging ayam hanya memerlukan 3.500 liter air dan tambahan lagi, ayam juga memberikan telur sebagai sumber protein lain bagi rumah tangga.
Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: