Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 20:14 WIB

Organisasi Muhammadiyah Catat Prestasi dengan 444 Pesantren Berbadan Hukum di 2024

Author

Organisasi Muhammadiyah Catat Prestasi dengan 444 Pesantren Berbadan Hukum di 2024

Organisasi Muhammadiyah telah mencatat prestasi signifikan dengan memiliki 444 pesantren yang berbadan hukum pada tahun 2024, menjadikannya sebagai organisasi Islam terkemuka di Indonesia dalam hal pesantren.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Kiai Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa semua pesantren tersebut adalah milik Persyarikatan Muhammadiyah, bukan individu.

Pertumbuhan Pesantren Muhammadiyah

Sejak tahun 2015, jumlah pesantren Muhammadiyah telah mengalami perkembangan pesat. Dari 127 pesantren terdaftar pada tahun 2015, angka ini telah meningkat menjadi 444 pada tahun 2024.

Distribusi pesantren yang semakin meluas dari 15 provinsi kini mencakup 27 provinsi di seluruh Indonesia mencerminkan komitmen Muhammadiyah terhadap pendidikan agama yang lebih merata.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) PP Muhammadiyah, Maskuri, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini terkait erat dengan kebutuhan kaderisasi ulama yang kompeten dalam organisasi.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Muktamar Ke-48 dan Arahan Pendidikan

Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang diadakan di Surakarta telah mengamanatkan untuk memperkuat program pesantren dalam mendukung pendidikan berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Ini menjadi langkah penting menuju pendidikan dengan karakter Islam Berkemajuan.

Dalam Muktamar tersebut, ditekankan bahwa pesantren Muhammadiyah harus memiliki karakteristik yang holistik dan integratif, sehingga lulusan tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki etos pembelajar sepanjang hayat.

Inisiatif ini diharapkan dapat memproduksi lulusan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan masyarakat yang terus bergulir.

Pesantren Unggulan Muhammadiyah

LP2M PP Muhammadiyah telah menerbitkan buku yang mengidentifikasi 32 pesantren unggulan yang menjadi rujukan. Di antara yang teratas terdapat Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Jogja dan Pesantren Al Mujahidin Balikpapan.

Buku tersebut menampilkan pesantren-pesantren yang unggul baik dalam prestasi akademik maupun dalam pengembangan karakter santri, mencerminkan dedikasi Muhammadiyah untuk menyediakan pendidikan berkualitas.

Lonjakan minat terhadap pesantren Muhammadiyah juga tampak dari sejumlah institusi yang harus menolak calon santri karena keterbatasan ruang belajar.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU