Faruk Fatih Ozer, pendiri dan mantan CEO bursa kripto Turki, Thodex, ditemukan tewas gantung diri saat menjalani hukuman penjara yang sangat panjang.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Kematian ini terjadi di kamar mandi sel tunggal di Penjara Tertutup Keamanan Tinggi Tipe-F, Tekirdag, menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan media dan publik.
Latar Belakang Kasus Thodex
Thodex merupakan salah satu bursa kripto terkemuka di Turki yang secara mendadak menghentikan operasinya pada April 2021. Penghentian yang awalnya dinyatakan sementara ternyata berakhir dengan kaburnya Ozer ke Albania membawa uang investor.
Ozer diduga menipu lebih dari 400 ribu investor dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai US$12,5 juta. Kasus ini menjadi perhatian luas karena skala kerugian yang dihadapi oleh masyarakat.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Proses Hukum dan Hukuman
Setelah diekstradisi pada April 2023, Ozer dihadapkan pada serangkaian tuntutan hukum, termasuk penipuan berat dan pencucian uang. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara ekstrem selama 11.196 tahun, 10 bulan, dan 15 hari kepada Ozer.
Kedua saudaranya, Guven dan Serap Ozer, juga menerima hukuman yang sama. Badan Investigasi Kejahatan Keuangan (MASAK) mengungkapkan bahwa Ozer sempat mengalihkan aset kripto ke dompet yang ia kendalikan sebelum ditangkap.
Penyelidikan Terkait Kematian Ozer
Pihak berwenang telah memulai penyelidikan formal untuk menyelidiki penyebab kematian Faruk Fatih Ozer. Laporan media lokal menyebut bahwa kematiannya diduga merupakan aksi bunuh diri, meskipun masih banyak rincian yang belum diungkap.
Kasus ini menyoroti risiko dan konsekuensi dari investasi di sektor kripto yang telah menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat, terutama setelah tindakan penipuan yang melibatkan banyak korban.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: