Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 16:32 WIB

Perampokan Megah di Museum Louvre: Tersangka Bukan dari Kalangan Profesional

Author

Perampokan Megah di Museum Louvre: Tersangka Bukan dari Kalangan Profesional

Perampokan terjadi di Museum Louvre, Paris, pada 19 Oktober dengan kerugian sebesar 88 juta euro, setara dengan Rp1,7 triliun.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengonfirmasi bahwa para pelaku merupakan kriminal kecil, bukan kelompok kejahatan terorganisir.

Perampokan yang Tidak Biasa

Pada siang bolong tanggal 19 Oktober, dua pria berhasil melakukan perampokan di Museum Louvre dengan memanfaatkan lift pemindahan untuk masuk ke gedung. Mereka memecahkan jendela di lantai dua dan menggunakan alat penggerinda untuk membobol vitrins dalam waktu kurang dari tujuh menit.

Jaksa Beccuau menjelaskan, 'Ini bukan delinkuensi sehari-hari... tapi jenis delinkuensi yang biasanya tidak kami kaitkan dengan jenjang atas kejahatan terorganisir.' Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku tidak memiliki keahlian profesional dalam melakukan kejahatan semacam ini.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung

Profil Tersangka

Keempat tersangka yang telah ditangkap adalah warga lokal dari kawasan Seine-Saint-Denis, yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat pendapatan rendah. Media Prancis mencirikan mereka sebagai perampok amatir karena meninggalkan barang bukti di lokasi, termasuk alat yang digunakan selama perampokan.

Terdapat juga informasi bahwa salah satu perhiasan paling berharga, yaitu mahkota Permaisuri Eugenie, terjatuh saat pelarian mereka. Dua tersangka pertama berhasil ditangkap pada 26 Oktober, termasuk satu orang yang diciduk saat berusaha terbang menuju Aljazair.

Penyelidikan Berlanjut

Menurut jaksa, salah satu tersangka memiliki rekam jejak kriminal yang panjang, dengan 11 vonis berbagai pelanggaran. Otak dari perampokan ini adalah pria berusia 37 tahun yang diduga kuat terlibat berdasarkan DNA yang ditemukan di truk pemindahan.

Sementara itu, dua tersangka lain ditangkap pada 29 Oktober dan didakwa beberapa hari setelahnya. Namun, satu pelaku masih buron dan kemungkinan ada kaki tangan lain di balik perampokan ini.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU