Madagaskar baru-baru ini menghebohkan dunia dengan penemuan batu zamrud seberat 300 kg di Istana Presiden pada Selasa malam, 19 November 2025.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Batu berwarna gelap dengan garis kristal hijau berkilau ini kini dipamerkan di Istana Negara Ambohitsorohitra yang terletak di ibu kota, Antananarivo.
Detail Penemuan dan Proses Penjualan
Kolonel Michael Randrianirina, Presiden sementara Madagaskar, mengungkapkan bahwa batu zamrud akan dijual dan hasilnya akan dialirkan ke kas negara.
"Batu ini mungkin akan dilepas, dan menterinya yang nanti akan jelaskan tata cara untuk meningkatkan pemasukan negara," ujarnya, menambahkan bahwa proses penjualan akan dilakukan dengan transparansi.
Gemological Institute of America (GIA) menjelaskan bahwa satu karat setara dengan 0,20 gram. Dengan berat total 300 kg, batu ini akan mengalami penurunan berat saat melalui proses pemotongan dan pembersihan.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Estimasi Nilai Ekonomi dari Batu Zamrud
Setelah proses pembersihan, berat zamrud yang tersisa diperkirakan sekitar 150 kg, setara dengan 750.000 karat zamrud yang murni.
Menurut Diamond n Co, harga pasar untuk zamrud bervariasi tergantung pada kualitasnya. Zamrud kualitas rendah diperkirakan senilai Rp3,1 juta per carat dan kualitas tinggi sekitar Rp141,5 juta per carat.
Jika dihitung dengan harga zamrud kualitas rendah, nilai total dari 150 kg zamrud tersebut dapat mencapai Rp 2,325 triliun.
Dampak Potensial terhadap Perekonomian Madagaskar
Potensi nilai ekonomi dari penemuan ini dianggap dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian negara.
Pemerintah Madagaskar berencana memanfaatkan hasil dari penjualan batu zamrud untuk meningkatkan pemasukan negara dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Melalui penjualan yang transparan, diharapkan proses ini bisa mengurangi korupsi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: