Bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan kekeringan, semakin sering terjadi di Indonesia dan berdampak negatif pada ketahanan pangan di berbagai daerah.
Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial
Perubahan pola cuaca kini menjadi tantangan besar bagi petani yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Dampak Banjir Terhadap Pertanian
Banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia sering kali merusak lahan pertanian secara signifikan. Tanaman yang terendam air tidak jarang mati, mengakibatkan hasil panen yang tidak optimal bagi para petani.
Menurut Badan Meteorologi dan Klimatologi, "intensitas hujan yang meningkat menyebabkan terjadinya banjir di berbagai wilayah, terutama di pulau-pulau yang padat penduduk." Hal ini memicu kekhawatiran akan berkurangnya produksi pangan yang bergantung pada musim tanam yang stabil.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Kekeringan dan Krisis Air
Kekeringan yang terjadi dalam periode yang panjang juga membawa dampak buruk bagi sektor pertanian. Tanah yang kering tidak hanya menghambat pertumbuhan tanaman, tetapi juga membuat ketersediaan air bersih menurun.
Dalam beberapa kasus, sejumlah daerah di Indonesia mengalami "penurunan drastis dalam produksi pangan akibat tidak ada air untuk irigasi." Kondisi ini semakin memperburuk situasi ketahanan pangan di masyarakat yang letaknya jauh dari sumber air.
Strategi Adaptasi Petani Menghadapi Bencana
Untuk menghadapi dampak dari perubahan cuaca yang semakin ekstrim, banyak petani kini beralih ke metode pertanian yang lebih tahan bencana. Penggunaan varietas tanaman yang unggul serta teknik pertanian modern semakin dipilih.
Selain itu, program pelatihan yang diadakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat membantu petani memahami teknologi baru. Tujuannya adalah untuk "meningkatkan ketahanan pangan" dan mengurangi risiko kegagalan panen yang disebabkan oleh bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: