Kamis, 15 JANUARI 2026 • 13:23 WIB

Perdebatan Mobil Mewah dalam Program Makan Bergizi di Sumenep

Author

Perdebatan Mobil Mewah dalam Program Makan Bergizi di Sumenep

Video yang menunjukkan penggunaan mobil mewah untuk mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep, Jawa Timur, viral di media sosial. Kejadian ini terjadi pada 15 Januari 2026 dan langsung menarik perhatian publik.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Melihat mobil premium yang digunakan dalam program ini, warganet memberikan berbagai reaksi—baik positif maupun negatif—terhadap pelaksanaan program di daerah tersebut.

Viralnya Video dan Respons Warganet

Dalam video yang menyebar luas, terlihat dua mobil premium, Toyota Vellfire dan Toyota Alphard, mengunjungi sebuah sekolah untuk membagikan menu MBG kepada siswa. Selain itu, mereka juga dikawal oleh mobil listrik BYD Sealion 7 dengan pelat nomor M 8 G.

Unggahan ini berasal dari akun Instagram @inijawatimur dan berhasil menarik perhatian, dengan lebih dari 4.000 likes, 524 komentar, dan 858 kali dibagikan. Respons dari warganet beragam, ada yang mengkritik penggunaan mobil mewah untuk program yang ditujukan untuk siswa, sementara yang lain memberikan sindiran terkait kondisi guru honorer yang terpengaruh oleh kebijakan tersebut.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Penjelasan Koordinator SPPG

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep, M. Kholilur Rahman, mengonfirmasi bahwa ia mengetahui penggunaan mobil mewah ini. "Iya, saya tahu ada mobil mewah yang digunakan mengangkut MBG," ujarnya.

Kholilur menjelaskan bahwa kendaraan tersebut berasal dari dapur SPPG Kolor di Kecamatan Kota Sumenep. Ia menekankan bahwa penggunaan kendaraan itu tidak melanggar peraturan yang ada dan tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Aturan dan Kebijakan Penggunaan Kendaraan

Kholilur juga menggarisbawahi bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tidak mengatur secara spesifik jenis kendaraan yang boleh digunakan untuk distribusi makanan bergizi di sekolah. "Yang penting syaratnya terpenuhi, asal tertutup dan aman," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pemilihan jenis kendaraan sepenuhnya berada di tangan dapur SPPG masing-masing, selama kendaraan yang digunakan layak dan dapat menjaga kualitas makanan yang didistribusikan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU