Hidangan Imlek menjadi lebih berwarna dengan kehadiran ikan, yang bukan sekadar makanan. Dalam tradisi Tionghoa, ikan melambangkan keberuntungan dan kelimpahan, menjadikannya hidangan wajib di setiap meja perayaan.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Di tahun baru, setiap keluarga Tionghoa berharap agar kehadiran ikan dapat mendatangkan rezeki yang berlimpah. Itulah sebabnya, sajian ikan selalu diagendakan dalam perayaan Imlek.
Makna Tradisional Ikan dalam Imlek
Dalam budaya Tionghoa, istilah 'ikan' atau 'yu' memiliki keterkaitan mendalam dengan kata 'berlebih' atau 'kelimpahan'. Ikan menjadi simbol harapan akan rezeki di tahun yang baru.
Sajian ikan biasanya disajikan secara utuh lengkap dengan kepala dan ekor. Ini melambangkan kesatuan dan kesejahteraan, harapan akan keberuntungan dari awal hingga akhir tahun.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Variasi Hidangan Ikan saat Imlek
Beragam jenis ikan diolah dengan resep tradisional yang menonjolkan rasa. Salah satu yang paling digemari adalah ikan kakap yang diolah dengan cara kukus, menghasilkan cita rasa lembut.
Selain kakap, ikan bandeng juga sering kali menjadi pilihan. Cara pengolahannya bervariasi, mengikuti tradisi keluarga atau daerah masing-masing.
Hidangan Ikan sebagai Permohonan di Tahun Baru
Makanan ikan biasanya dihias dengan sayuran segar dan bumbu rempah, tidak hanya untuk tampilan tetapi juga untuk menambah rasa. Penyajian ini diharapkan membawa keberuntungan.
Saat keluarga berkumpul untuk menikmati ikan, suasana semakin hangat dengan berbagi doa dan harapan. Ikan sebagai simbol keberuntungan diyakini akan membawa berkah bagi setiap anggota keluarga.
Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: