Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 18:24 WIB

Nestlé Tarik Milo Snack Bar di Singapura Karena Potensi Bahaya

Author

Nestlé Tarik Milo Snack Bar di Singapura Karena Potensi Bahaya

Dua jenis produk Nestlé Milo Snack Bar ditarik dari peredaran di Singapura setelah terdeteksi potensi serpihan karet di dalamnya.

Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik

Langkah ini diambil oleh Badan Pangan Singapura (SFA) sebagai bentuk pencegahan untuk menjaga keamanan konsumen.

Detail Penarikan Produk

Penarikan tersebut mencakup dua varian Milo Snack Bar yang diproduksi di Australia, yaitu Nestlé Milo Snack Bar (Original) dan Nestlé Milo Snack Bar (Dipped).

Kedua produk ini memiliki tanggal kedaluwarsa yang sama, yaitu 31 Agustus 2026, dan saat ini proses penarikan masih berlangsung.

SFA menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan laporan dari Nestlé Singapura terkait penarikan yang dilakukan secara sukarela ini.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik

Imbauan untuk Konsumen

SFA mengingatkan kepada konsumen yang telah membeli produk dengan nomor batch terkait agar tidak mengonsumsinya demi kesehatan.

'Konsumen yang sudah mengonsumsi produk ini dan memiliki kekhawatiran terhadap kondisi kesehatannya disarankan untuk segera mencari nasihat medis,' ujar SFA.

Konsumen juga dianjurkan untuk menghubungi tempat pembelian masing-masing untuk pertanyaan lebih lanjut atau proses pengembalian produk.

Regulasi dan Keamanan Pangan

Menyusul penemuan ini, penting untuk mengetahui bahwa menurut Sale of Food Act, produk yang diketahui tidak aman untuk dikonsumsi tidak boleh dijual kepada masyarakat.

Penarikan ini dianggap sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan pangan tetap terjaga di pasar.

SFA berkomitmen untuk melindungi konsumen dari risiko yang mungkin ditimbulkan oleh makanan yang tidak aman, diharapkan konsumen lebih waspada terhadap produk yang mereka konsumsi.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU